Apr 17

Akuabat adalah campuran batubara halus, air, dan zat aditif membentuk suspensi kental yang homogen dan stabil selama penyimpanan, pengangkutan, dan pembakaran.

Batubara peringkat rendah sebagai bahan baku pembuatan akuabat, perlu diproses terlebih dahulu melalui proses upgraded brown coal (UBC) atau hot thermal drying (HTD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa batubara hasil UBC dan HTD dapat menjadi bahan baku pembuatan akuabat yang cocok untuk digunakan sebagai bahan bakar boiler menggantikan minyak berat.

Continue reading »

Feb 22

Batubara merupakan energi yang cukup andal untuk menambah pasokan bahan bakar minyak mengingat cadangannya yang cukup besar. Dalam perkembangannya, batubara diharapkan dapat menjadi jembatan dari energi konvensional (terutama minyak) ke energi non-konvensional yang lebih bersih dan dapat diperbarui. Namun kualitas batubara Indonesia yang pada umumnya didominasi oleh batubara peringkat rendah (lignit), yaitu sekitar 70% dari total sumber daya, belum banyak dieksploitasi karena masih mengalami kendala dalam transportasi dan pemanfaatan. Batubara peringkat rendah ini mempunyai kandungan air total cukup tinggi sehingga nilai kalor menjadi rendah. Dengan demikian diperlukan teknologi khusus untuk memanfaatkan batubara peringkat rendah tersebut agar dapat bersaing dengan batubara peringkat tinggi yang cadangannya sudah mulai menipis. Continue reading »

Mar 27

Telah dilakukan studi tentang pembuatan geotit dari pirit dan ferosulfat dan aplikasinya sebagai bahan katalis pencarian batubara. Selain itu juga telah diidentifikasi pengaruh unsur aluminium dan krom dalam limonit. Identifikasi dilakukan dengan XRD mikroskop dan TEM dan uji pencairan batubara dengan menggunakan katalis besi. Pembuatan geitit dimulai dari pelarutan bahan baku pirit dan atau ferosulfat dengan asam sulfat. Variabel yang diamati adalah persen padatan, konsentrasi asam sulfat, suhu dan waktu relasi filtrat selanjutnya dioksidasi dengan oksigen pada suasana basa. Kondisi optimal pelarutan pirit adalah waktu reaksi 700C, suhu reaksi 1 jam, konsentrasi asam sulfat 15 %, dan persen padatan adalah 25 %.

Continue reading »

Mar 25

Pemanfaatan batubara dalam bentuk coal water mixture (CWM) atau coal water fuel (CWF) merupakan suatu hal yang menarik karena sifat alirnya yang tergolong bersifat cairan (fluida) yang memungkinkan pemanfaatan batubara dalam bentuk cair sebagai pengganti bahan bakar minyak terutama minyak berat di kilang-kilang minyak atau industri lainnya yang biasa mengunakan minyak berat sebagai bahan bakar untuk pengolahan produk. Continue reading »

Feb 17

Pembuatan briket biobatubara yang selama ini dikerjakan masih belum efektif dan efisien bila ditinjau dari sisi bahan baku maupun prosesnya. Beberapa kendala dalam proses pembuatan diusahakan untuk diatasi dan komposisi bahan juga diperbaiki untuk menghasilkan briket biobatubara yang tidak bersifat toksik apabila digunakan pada industri kecil. Continue reading »

Apr 01

Kebijakan pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM pada sektor indusri (termasuk industri kecil/menengah) mulai direalisasi dalam beberapa tahun ini. Dampak kebijakan ini mulai tampak pada beberapa industri pengguna BBM yang berusaha beralih ke bahan bakar lain. Sementara itu, penggunaan kayu bakar pada industri kecil juga semakin sulit. Salah satu bahan bakar alternatif adalah batubara. Penggunaan batubara pada industri kecil yang paling cocok adalah dalam bentuk briket. Penggunaan briket batubara untuk rumah tangga dan industri kecil telah dimulai sejak tahun 1993 dan telah menumbuhkan berbagai kerjasama litbang, baik dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu hasil kerjasama tersebut adalah berdirinya pilot plant briket biobatubara di Palimanan. Continue reading »

Mar 31

Pemasyarakatan briket batubara telah berlangsung lebih kurang sepuluh tahun, namun demikian tingkat keberhasilannya belum memenuhi harapan pemerintah untuk menempati posisi bahan bakar alternatif sebagai pengganti kayu bakar dan minyak tanah. Penelitian bertujuan untuk mencari jenis biomas baru yang dapat berfungsi sebagai penyulut sekaligus mampu meningkatkan kualitas pembakaran biocoal. Metodologi penelitian meliputi: preparasi bahan dan analisis kimia; pembriketan; analisis produk (analisis proksimat dan nilai kalor, Uji kuat tekan, Uji karakteristik). Continue reading »