Mar 03

Dalam setiap kegiatan produksi selain dihasilkan suatu produk yang mempunyai nilai tambah tinggi, juga dihasilkan limbah baik limbah padat, cair, maupun gas. Termasuk di dalamnya kegiatan industri pertambangan dan kimia yang menggunakan bahan baku dari bahan galian tambang. Beberapa jenis industri kimia yang menghasilkan limbah padat antara lain industri pembuatan antena yang menggunakan bahan baku aluminium menghasilkan limbah berupa sludge mengandung aluminium, industri elektronika yang menggunakan bahan baku lempengan logam tembaga menghasilkan limbah cair yang mengandung tembaga klorida, dan industri permesinan yang menangani material-material terbuat dari besi menghasilkan limbah padat berupa skrap besi. Jumlah limbah yang dihasilkan tersebut cukup besar sesuai dengan banyaknya pabrik yang melakukan aktifitas kegiatan produksi. Sebagai contoh pabrik antena yang ada di daerah Gedebage menghasilkan sludge sebanyak 10 ton per bulan. Pabrik elektronika didaerah Cicalengka menghasilkan limbah yang mengandung tembaga mencapai  40 ton / bulan. Sementara limbah skrap besi jumlahnya cukup besar dan tersebar diberbagai lokasi. Apabila limbah-limbah tersebut di atas tidak dikelola dan diolah dengan baik akan menimbulkan masalah pencemaran lingkungan. Dengan menggunakan metode pengolahan limbah yang tepat, selain terjadinya pencemaran lingkungan dapat dicegah, juga dapat diperoleh nilai tambah yang tinggi, karena limbah-limbah tersebut di dalamnya masih terkandung komponen-komponen berharga seperti Al, Cu, dan Fe yang masih memiliki nilai ekonomi.

Continue reading »

Mar 27

Kelongsoran lereng  suatu lubang bukaan tambang dapat mengganggu kelancaran kegiatan penambangan, oleh karena itu diperlukan kajian untuk mengetahui aspek geoteknik lereng tersebut dan juga kimia mineral batuan, supaya dapat diketahui cara penanggulan yang baik dan cepat. Secara keseluruhan kondisi lereng dengan factor keamanan = 2,0 cukup stabil walaupun sering terjadian jatuhan material batuan, terutam pada muka lereng yang tersusun oleh batu lempung hal ini disebabkan oleh kandungan kimia dan mineral batu lempung yang kurang resisten terhadap pelapukan. Continue reading »

Mar 25

Pemantauan dampak lingkungan pada tempat penumpukan batubara (stockpile) dimaksudkan untuk melakukan pengkajian lingkungan akibat adanya dampak yang timbul dengan keberadaan dan kegiatan operasional penumpukan batubara. Continue reading »

Mar 25

Propinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu daerah penghasil utama batubara di Indonesia . Beberapa tambang batubara ini berlokasi di sekitar daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam. Namun demikian, tidak hanya kegiatan pertambangan batubara saja, berbagai industri juga terdapat di sekitar DAS Mahakam Berbagai kegiatan ini menimbulkan tekanan terhadap sungai Mahakam, sehingga menyebabkan turunnya kualitas lingkungan. Peneilitian ini dilakukan untuk memantau  limbah hasil pertambangan batubara, sekaligus juga merupakan pelengkap dari Program Peduli Mahakam, yang merupakan kolaborasi antara Puslitbang tekMIRA dan JICA. Continue reading »

Mar 25

PLTU barbahan bakar batubara halus sebagai hasil dari kemajuan teknologi memanfaatkan sludge dengan proses dewatering. Dengan demikian sludge tidak lagi diperlakukan sebagi limbah dan mencemari DAS Mahakam, namun sudah bernilai ekonomi dan sebagai salah satu upaya untuk menjaga kualitas lingkungan. Continue reading »

Mar 25

Emisi gas buangan dari peningkatan konsumsi batubara akibat meningkatnya kebutuhan energi listrik akan berdampak pada kualitas udara disekitar kegiatan pembangkit listrik. Sebagai antisipasai terhadap peningkatan emisi gas buangan maka perlu pemikiran untuk melakukan pemantauan emisi dari cerobong PLTU berbahan bakar batubara yang saat ini data pemantauan emisinya masih terbatas. Pemantauan kualitas udara ini dapat membantu industri dalam pengendalian pencemaran udara. Continue reading »

Mar 25

PLTU berbahan bakar batubara halus berkapasitas 2×50 MW, akan dibangun diareal sekitar pelabuhan paertambangan batubara PT. Bukit Baiduri Energi. Lokasi ini dipilih mengingat pada tahun 2009 PT Bukit Baiduri sudah pada tahap pasca tambang. Lokasi ini berdekatan dengan kegiatan pertambangan batubara yang ada di wilayah kabupaten Kutai Kartanegara. Continue reading »

Mar 19

Emisi gas buangan dari peningkatan konsumsi batubara akibat meningkatnya kebutuhan energi listrik akan berdampak pada kualitas udara disekitar kegiatan pembangkitlistrik. Sebagai antisipasai terhadap peningkatan emisi gas buang maka perlu pemikiran untuk melakukan pemantauan emisi dari cerobong PLTU berbahan bakar batubara yang saat ini data pemantauan emisinya masih terbatas. Pemantauan kualitas udara ini dapat membantu industri dalam pengendalian pencemaran udara. Continue reading »

Feb 18

Limbah cair pengolahan bijih emas dan pencucian batubara umumnya mengandung berbagai jenis logam berat antara lain besi (Fe), tembaga (Mn), timbal (Pb) dan seng (Zn). Logam-logam tersebut dapat berasal dari kegiatan pengupasan tanah penutup dan proses pengolahannya. Continue reading »

Apr 01

Terjadinya swabakar batu bara dalam tambang bawah tanah, dipengaruhi oleh beberapa parameter, diantaranya ketersediaan oksigen, kondisi gas methan, CO dan CO2 yang berada di atas ambang batas serta parameter pemicu lainnya seperti adanya penyulut akibat terjadinya pergesekan peralatan dan lain sebagainya. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan secara terpusat pada pencegahan kebakaran batu bara serta mengurangi dampak terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja tambang dan lingkungan. Metodologi meliputi: pengecekan peralatan; uji alat sebelum pemasangan; pelacakan jaringan sensor dan pemasangan alat instalasi sensor dalam tambang, kalibrasi sensor, pemasangan receiver dan AC ruang kontrol serta uji coba pengiriman data dari dalam tambang. Continue reading »