Mar 25

Latar belakang dilakukan pemantauan dan analisis perkembangan pertambangan mineral dan batubara adalah adanya pemberitaan di berbagai media, baik cetak maupun elektronik, yang cenderung “menghukum” sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM). Selain berdampak buruk terhadap iklim investasi dalam negeri, pemberitaan tersebut pada akhirnya dapat mematikan sektor ESDM yang notabene merupakan salah satu kontributor utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Continue reading »

Mar 25

Untuk menjamin keamana pasokan energi didalam negeri, pemerintah mengekuarkan Kebijakan Energi Nasional (KEN) melalui PP No. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, yang didalamnya antara lain berisi kenaikan peranan batubara dalam bauran energi (energy mix) dari 14% (2005) menjadi 33% (2005). Hal ini tidak terlepas dari kondisi jumlah sumber daya batubara yang sangat besar, yakni 61,3 miliar ton, serta dapat digunakan sebagai sumber energi, baik secara langsung maupun dikonversi menjadi gas atau cair. Disamping itu, teknologi pemanfaatan batubara yang ramah lingkungan telah berkembang pesat, sehingga memungkinkan batubara dapat digunakan secara massal tanpa atau hanya sedikit mengganggu lingkungan. Continue reading »

Mar 25

Komoditi bahan galian industri (BGI) merupakan salah satu produk industri hulu (pertambangan) yang memberi kontribusi pada industri manufaktur dan konstruksi sebagai pengguna utma. Pada triwulan 1 tahun 2006. kontribusi BGI (sektor pertambangan dan penggalian) pada Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 10,51 % atau nomor empat di bawah industri pengolahan (manufaktur) yang sebesar 28,72 %. Continue reading »

Mar 25

Latar Belakang dilakukan Pemantauan dan Analisis Pertambangan Mineral dan Batubara adalah masih banyaknya agenda permasalahan pertambangan tahun 2006 dan tahun-tahun sebelumnya.

Maksud kegiatan ini melakukan infentarisasi dan identifikasi/analisis setiap isu pertambangan mineral dan batubara yang muncul tahun 2007 untuk dijadikan bahan masukan kepada pimpinan dalam mengambil tindak lanjut atas isu tersebut. Tujuan kegiatan agar setiap isu dapat diantisipasi dan dicarikan solusinya sehingga tidak mempengaruhi kondisi dan iklim infestasi di sector pertambangan batubara dan mineral. Continue reading »

Mar 25

Pada hakikatnya otonomi daerah merupakan hak, wewenang dan kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus  sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tujuan pemberian kewenangan dalam penyelenggaraan otonomi  daerah adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat, pemerataan, dan keadilan,  demokratisasi, serta memperhatikan potensi dan keanekaragaman daerah. Otonomi daerah dirancang untuk memberikan porsi yang lebih besar kepada daerah dalam hal wewenang pemerintahan, khususnya dalam menjalankan fungsi pengaturan penyelenggaraan pemerintah di daerah. Continue reading »

Mar 17

Meningkatnya harga logam dunia disebabkan oleh 2 faktor utama, yaitu pasokan yang lambat dan melonjaknya permintaan logam di Cina, sehingga menyebabkan stok logam dunia menjadi berkurang sampai saat ini. Faktor utama kurangnya pasokan adalah ditundanya operasi pengembangan kapasitas produksi tambang sehubungan adanya ketidakcocokan antara pekerja dengan pemilik tambang, seprti yang terjadi di Indonesia, Cili, Meksiko, Peru, juga di Cina. Permintaan cina terhadap logam dunia dimulai sejak tahun 2000 sampai sekarang dengan pertumbuhan yang cepat,hamper tiga kali, dan andil di pasar global lebih dari 11%. Produksi logam Cina sebetulnya cukup tinggi, namun Cina juga sebagai importir logam terbesar di dunia, seperti bijih besi, nikel, tembag, aluminium, dan lain-lain. Konsumsi logam Cina akan terus berlanjut sehubungan dengan penambahan kapasitas pabrik bajanya menjadi 6,6 juta ton, tahun 2009, equivalent dengan 30% dari kapasitas tahun 2004. Nikel sebagai bahan baku flat besi baja juga akan naik. Demikian juga dengan yang lainnya. Continue reading »

Mar 17

Melonjaknya harga BBM, sebagai akibat kenaikan harga minyak bumi, telah memaksa pemerintah untuk melakukan program penghematan energi dan sekaligus mengkaji kembali pemanfaatan batubarasebagai sumber energi alternative yang ketersediaannya cukup melimpah di dalam negeri. Sector industri sat ini menjadi satu-satunya tumpuan untuk menjaalani program diversifikasi dan hemat energi. Peningkatan pemakaian batubara, selain untuk program percepatan PLTU 10.000 MW, juga diprioritaskan untuk substitusi gasdan BBM sebagai bahan bakar di sector industri. Continue reading »

Feb 17

Keberadaan usaha pertambangan skala besar seperti PT Aneka Tambang Persero pada suatu wilayah, selain mendatangkan devisa/pendapatan nasional, juga mendukung pengembangan wilayah melalui peningkatan PAD, membuka kesempatan kerja dan berusaha, serta pembangunan sarana dan prasarana. oleh karena itu, perkembangan peran perusahaan ini berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap pencapaian sasaran pengembangan wilayah. Continue reading »

Apr 01

Hampir semua industri di dunia ini memanfaatkan bahan galian tambang dalam proses produksinya, baik sebagai bahan baku utama maupun bahan baku penolong. Sebagai contoh, produk-produk yang ada di lingkungan kita banyak yang berasal dari bahan galian, seperti kertas, keramik, gelas-kaca, obat-obatan, pupuk pertanian dan lain sebagainya.  Continue reading »

Apr 01

Pemerintah Kabupaten Garut merencanakan untuk melakukan formalisasi terhadap beberapa unit pertambangan emas tanpa izin (PETI emas). Dasar perencanaan formalisasi tersebut adalah Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Garut No. 15 Tahun 2002 Tentang Pengelolaan Pertambangan. Kajian ini bertujuan untuk memberikan masukan model penilaian yang dari sisi lingkungan sosial pertambangan, khususnya terhadap suatu rencana kebijakan formalisasi pertambangan. Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, pengolahan dan analisis data. Continue reading »