Apr 28


Hopper hasil modifikasi

Rancang bangun gasifier skala IKM bermula dari pengalaman rancang bangun tungku berbahan bakar briket batubara yang telah diimplementasikan pada industri Rumahan dan beberapa pesantren.

Permasalahan yang ditemui selamaimplementasimemunculkanpertanyaan “mampukah bahan bakar padat seperti briket batubara ataupun batubara menjadi bahan bakar yang praktis dan bersih”. “Praktis” di sini adalah mampu dioperasikan secara mudah, efisien, dan ramah lingkungan serta dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan energi industri pengguna, sehingga menarik minat industri untuk beralih menggunakan bahan bakar briket batubara/batubara. Continue reading »

May 26


Vibrating screen

Pengggunaan karbon aktif batubara di Indonesia cukup beragam. Berbagai industri secara spesifik menggunakan karbon aktif batubara, karena memiliki sifat adsorpsi yang tidak dimiliki oleh karbon aktif tempurung kelapa. Continue reading »

May 13

Kebutuhan energi listrik dari tahun ke tahun terus meningkat, untuk memenuhi kebutuhan listrik tersebut, PT. PLN sebagai produsen listrik telah membangun pusat pembangkit tenaga listrik, di antaranya PLTD yang tercatat sebanyak 4.165 unit, tersebar di beberapa daerah di Indonesia dengan kapasitas tiap unit dari ratusan kW sampai 12 MW.

Konsumsi solar untuk PLTD tersebut mencapai 1.490.110 kL per tahun, dengan meningkatnya harga bahan bakar minyak, maka PLTD menghadapi kendala berupa kenaikan biaya produksi yang selanjutnya akan meningkatkan harga jual listrik persatuan kWh. Continue reading »

Apr 08

Kokas pengecoran umumnya dibuat dari batu bara jenis coking coal. Bahan baku kokas pengecoran lainnya dapat berupa green coke atau arang kayu atau material karbon lainnya.

Pembuatan kokas pengecoran dari batubara non coking hanya akan menghasilkan kokas yang rapuh, mudah hancur sehingga tidak dapat digunakan pada proses pengecoran besi atau logam.

Indonesia memiliki cadangan batubara berlimpah sekitar 28,17 juta ton, namun tidak mempunyai cadangan coking coal. Untuk mendapatkan kokas pengecoran dari batubara Indonesia perlu modifikasi alur proses pembuatan kokas pengecoran. Modifikasi tersebut adalah melalui proses pembriketan dengan bahan pengikat yang bersifat coking substance (dapat mengokas) dan dilanjutkan rekarbonisasi. Aspal petroleum adalah salah satu bahan pengikat yang mudah diperoleh bahkan diproduksi oleh perusahaan kilang minyak di Indonesia. Continue reading »

Mar 27

Penelitian pengembangan karbon aktif ini merupakan penelitian lanjutan yang menitikberatkan pada pengamatan hasil percobaan aktifasi pada reaktor dengan kapasitas 60 kg/jam yang dilakukan di Palimanan, Cirebon. Batubara yang digunakan adalah batubara peringkat rendah.

Continue reading »

Mar 27

Dalam rangka pengembangan kemampuan pembuatan desain dan rancang bangun, telah dilakukan pembuatan desain gasifier batubara kapasitas 150 kg/jam dan rancang bangun sebagian reactor berupa rangkaian tabung reactor bagian luar (jaket). Continue reading »

Mar 27

Percobaan gasifikasi dilakukan terhadap contoh batubara Indonesia dengan menggunakan reactor gasifikasi sistem unggun terfluidisasi digunakan batubara ukuran halus (-48 + 65 mesh). Gas pereaksi masuk melalui plat distributor untuk mengangkat batubara dan pasir silica sebagai unggun material dalam zona reaksi sehingga unggun terfluidisasi dan terjadi proses pencampuran yang sempurna antara gas pereaksi dan batubara. Pada kondisi fluidisasi suhu dalam reactor lebih merata dibanding dengan reaktor sistem unggun tetap. Suhu reaktor sistem unggun fluidisasi adalah 900oC. Gas hasil gasifikasi yang disebut gas sintetis (syngas) dilakukan pemurnian dengan alat cyclone, condenser dan scrubber. Sesudah syngas dimurnikan kemudian dianalisa komposisinya dengan menggunakan gas chromatography (GC). Continue reading »

Mar 27

Intruksi Presiden No 2 Tahun 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Batubara yang di cairkan sebagai bahan bakar lain telah mengamanatkan kepada Departemen terkait, termasuk Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, untuk merealisasikan pembangunan pabrik pencairan batubara di tanah air, serta memanfaatkan produk – berupa BBM – dari hasil pencairan batubara tersebut. Continue reading »

Mar 25

Dalam rangka swasembada kokas pengecoran dari batubara Indonesia, sejak tahun 1990 telah dilakukan pembuatan kokas dengan system double procces atau melalui sistem pembriketan. Batubara dari berbagai lokasi penambangan telah dicoba antara lain batubara Ombilin, Satui, Bukit Asam, dan Tanjung. Jenis tungku karbonasi yang digunakan juga bervariasi antara lain tungku beehive, tungku rexco dan tungku terowongan (tunnel kiln). Penggunaan tungku beehive dan tungku rexco untuk karbonisaasi batubara kurang cocok karena kedua tungku tersebut membutuhkan umpan batubara butiran besar (>5 cm) sedangkan batubara Indonesia umumnya akan pecah saat penyimpanan di stockpile. Continue reading »

Mar 25

Meningkatnya kebutuhan industri karbon aktif Indonesia  mengakibatkan berkurangnya pasokan bahan baku tempurung kelapa yang selama ini digunakan untuk membuat karbon aktif. Kondisi ini menyebabkan para pengusaha karbon aktif mulai menjajagi kemungkinan membuat karbon aktif dengan bahan baku alternatif. Salah satu bahan baku tersebut adalah batubara. Continue reading »