Mar 31

Penilaian kondisi suatu wilayah penambangan membutuhkan penyusunan data yang sistematis untuk mengetahui status perubahannya. Teknologi Penginderaan Jauh (inderaja) memiliki kemampuan untuk mengetahui roman muka bumi dalam kurun waktu tertentu dan dapat digunakan sebagai alat monitoring kondisi lingkungan wilayah pertambangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah mencari model pengolahan data citra agar mudah dalam pemantauan lingkungan pertambangan, melokalisir daerah rusak dan perencanaan penanggulangannya. Metodologi penelitian secara garis besar meliputi pengumpulan data, data raster, vektor, textual, pemrosesan awal, survey lapangan, dan analisis citra. Kabupaten Kotabaru mempunyai potensi bahan galian sangat besar, didominasi oleh pertambangan batu bara yang dalam pengelolaannya perlu pengawasan ketat berkaitan dengan kerusakan lingkungan. Continue reading »

Mar 31

Pengalokasian lahan usaha tambang pada derah berpotensi bahan galian di dalam penyusunan kebijaksanaan rencana tata ruang wilayah adalah salah satu alternatif untuk mengeliminir terjadinya benturan kepentingan (conflict of interest). Selama ini dilakukan dengan pendekatan analisis spasial melalui SIG dan dilengkapi dengan analisis skala prioritas pengembangan melalui pendekatan analisis faktor model statistika. Dalam rangka pengembangan pemodelan analisis untuk memperoleh hasil lebih baik (komprehensip), maka selanjutnya akan memasukan analisis morfologi dengan dimention elevation model (DEM). Continue reading »

Mar 31

Limbah logam berat Pb, Cu, Zn, Mn dan Fe yang dihasilkan dari proses konsentrasi bijih emas rakyat di daerah Sangatta, Kalimantan Timur yang dibuang ke badan perairan, sudah mencemari lingkungan dan sungai di sekitarnya hingga ke daerah hilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi pencemaran tersebut guna mencegah kerusakan lingkungan serta untuk menjaga kesehatan masyarakat setempat maupun masyarakat yang tinggal di hilir sungai. Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, pengolahan dan uji laboratorium dengan metode biosorpsi yang memanfaatkan media biomasa seperti jarong, jerami, alang-alang, eceng gondok, sekam padi dan bagas. Continue reading »

Mar 31

Dalam upaya sosialisasi Semen Posolan Kapur (SPK) di masyarakat Lampung Selatan dan sekitarnya, perlu dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan langsung dari semen tersebut yang salah satunya adalah sebagai bahan untuk pembuatan conblok. Mutu conblok sebagai bahan bangunan sangat dipengaruhi oleh mutu bahan baku seperti tras, semen, dan kapur serta proses pembuatannya. Continue reading »

Mar 31

Untuk memenuhi kebutuhan terhadap air bersih antara lain untuk keperluan laboratorium, karyawan, masjid, dan perumahan karyawan tekMIRA, maka dibuat sumur bor dengan kedalaman 200 m dan debet air sekitar 30 m3/jam, untuk mengganti sumur bor lama yang tidak bisa dioperasikan lagi. Air yang bersumber dari sumur bor baru tersebut masing mangandung unsur Mn dan Zn yang melebihi NAB yang dipersyaratkan, yaitu masing¬masing sebesar 0,127 ppm dan 0,099 ppm. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kandungan Mn dan Zn dalam air tersebut sehinggga aman untuk dikonsumsi. Continue reading »

Mar 31

Laboratorium kimia mineral dan lingkungan Puslitbang tekMIRA selama ini menerima contoh untuk dianalisis kandungan unsur-unsurnya dengan jumlah yang cukup besar (3000-an contoh/tahun). Limbah cair yang dihasilkan dari proses pelarutan serta proses pembilasan peralatan (+ 100 liter/hari). Selama ini limbah tersebut diolah dengan cara pengenceran dan langsung dibuang keperairan bebas tanpa diketahui karakteristiknya. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga agar lingkungan sekitar Puslitbang tekMIRA tidak tercemar oleh limbah cair tersebut. Selain itu, IPAL laboratorium kimia dan lingkungan ini dapat dijadikan acuan bagi laboratorium-laboratorium lain yang sejenis sebagai persyaratan bagi laboratorium terakreditasi. Continue reading »

Mar 31

Desain alat dan proses kontinu pelindian skala semi pilot yang dirancang diharapkan dapat melakukan berbagai pengujian dengan berbagai aspek pengamatan dari parameter proses hidrometalurgi, terutama untuk masalah kinetika dan proses kontinu dengan sistem otomat. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kelayakan teknologi proses ekstraksi nikel melalui proses hidrometalurgi (leaching-solvent extraction) yang dijadikan garam kimia dan rancang bangun peralatannya dengan sistem kontrol. Metodologi meliputi: desain reaktor pelindian dan rangkaian sistem kontinu; desain sistem kontrol; kontrol variabel dan otomatisasi proses. Continue reading »

Mar 31

Penelitian emisi gas buang pada pembakaran briket batubara untuk mekanisme proses pembakaran sangatlah komplek, hal ini terjadi karena bahan bakar memiliki komposisi kimia dan fisika yang komplek dan dibakar pada kondisi yang tidak terkontrol. Pembakaran terjadi saat bahan bakar fosil (arang kayu dan briket batu bara) bereaksi dengan oksigen dari udara dan menghasilkan panas. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat emisi dari pemakaian briket batubara pada industri kecil, sehingga diperoleh gambaran mengenai dampak pencemaran udara. Metodologi meliputi: pengumpulan dan analisis data, analisis laboratorium, dan evaluasi data serta penyusunan laporan. Continue reading »

Mar 31

Pemasyarakatan briket batubara telah berlangsung lebih kurang sepuluh tahun, namun demikian tingkat keberhasilannya belum memenuhi harapan pemerintah untuk menempati posisi bahan bakar alternatif sebagai pengganti kayu bakar dan minyak tanah. Penelitian bertujuan untuk mencari jenis biomas baru yang dapat berfungsi sebagai penyulut sekaligus mampu meningkatkan kualitas pembakaran biocoal. Metodologi penelitian meliputi: preparasi bahan dan analisis kimia; pembriketan; analisis produk (analisis proksimat dan nilai kalor, Uji kuat tekan, Uji karakteristik). Continue reading »

Mar 31

Coal Water Fuel (CWF) merupakan bahan bakar campuran antara batubara dan air yang dengan bantuan aditif membentuk suspensi kental yang homogen serta stabil selama penyimpanan, pengangkutan dan pembakaran. Percobaan pembakaran CWF sebagai bahan bakar bertujuan untuk mencari kondisi optimal dan efisien dalam pembakaran, yang selanjutnya dengan menggunakan alat penukar panas, uap panas basah dapat diubah menjadi uap panas kering yang digunakan sebagai pengering di industri tekstil. Continue reading »