TUNGKU PEMBAKAR TER : MENGUBAH LIMBAH B3 BATUBARA MENJADI ENERGI
Apr 28


Hopper hasil modifikasi

Rancang bangun gasifier skala IKM bermula dari pengalaman rancang bangun tungku berbahan bakar briket batubara yang telah diimplementasikan pada industri Rumahan dan beberapa pesantren.

Permasalahan yang ditemui selamaimplementasimemunculkanpertanyaan “mampukah bahan bakar padat seperti briket batubara ataupun batubara menjadi bahan bakar yang praktis dan bersih”. “Praktis” di sini adalah mampu dioperasikan secara mudah, efisien, dan ramah lingkungan serta dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan energi industri pengguna, sehingga menarik minat industri untuk beralih menggunakan bahan bakar briket batubara/batubara.

Keunggulan Teknologi

  • Dapat dioperasikan hanya oleh satu orang operator;
  • Dapat diintegrasikan pada berbagai pemanfaatan (internal maupun eksternal gas);
  • Dapat mendukung program kemandirian energi yang berwawasan lingkungan;
  • Gasifier skala IKM menghasilkan energi yang efisien dan dapat dibuat oleh bengkel-bengkel kecil dengan bahan lokal mendekati 100 %. Biaya per unit sekitar Rp. 20-30 juta, tergantung pada kapasitas dan unit pendukung.


Layout gasifier mini untuk IKM

Keuntungan Penggunaan Peralatan

  1. Gasifier skala IKM dapat menunjang kemandirian energi pada daerah-daerah yang tidak terjangkau aliran listrik PLN karena mampu membangkitkan energi listrik skala 1 -5 kW.
  2. Untuk industri yang menggunakan bahan bakar padat dengan sistem gasifikasi akan meningkatkan nilai ekonomi dengan margin yang cukup tinggi.
  • Sebagai contoh, sebuah industri bandeng presto menghabiskan 60 liter minyak tanah/kompor/hari. Setelah menggunakan batubara dengan metoda pembakaran langsung hanya menghabiskan 110 kg batubara/tungku/hari. Sehingga terjadi penghematan biaya energi hampir 50%;
  • Apabila industri tersebut diasumsikan beralih menggunakan gasifier dengan bahan bakar yang sama, maka akan ada beberapa keuntungan, yakni: biaya energi berkurang lagi sekitar 30%, api dapat diatur sesuai dengan kebutuhan seperti halnya menggunakan LPG atau minyak tanah, lingkungan kerja lebih bersih, karena gasifier dapat diletakkan di luar dapur dan lebih ramah lingkungan;
  • Jika diasumsikan 10% saja industri beralih menggunakan bahan bakar batubara, maka akan ada jutaan kiloliter BBM yang dapat terselamatkan.


Percobaan di sentra teknologi pengolahan dan pemanfaatan batubara Palimanan

Potensi Aplikasi

Reaktor gasifier berkapasitas 20 kg, dengan laju pengumpanan 5-10 kg/jam, pemanfaatan atau pendistribusian gas mampu bakar dengan menggunakan sistem pemipaan sepanjang ± 10 meter dapat digunakan di industri tahu pada tungku perebusan kedelai.

Pada kondisi reduksi (produksi tar sudah berkurang) gas mampu bakar dapat menggantikan 100% BBM pada generator listrik 1 kW setelah melalui proses penyaringan tar. Dengan demikian, inovasi tidak hanya terletak pada gasifier dan prosesnya, tapi juga pada pemanfaatannya. Inovasi yang telah berhasil dilakukan oleh Puslitbang tekMIRA selain gasifier adalah inovasi burner (pembakar gas), tungku dan sistem pengatur bahan bakar (mixer) sebagai pengganti karburator pada generator listrik berbahan bakar BBM.

Gas mampu bakar hasil proses gasifikasi dapat bersaing dengan bahan bakar lainnya, karena energinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan dan dapat digunakan secara luas pada IKM. Selain itu, gas hasil proses gasifikasi dapat menghasilkan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan dibandingkan dengan sistem pembakaran bahan bakar padat secara langsung.

Inovator

Yenny Sofaeti (yenny@tekmira.esdm.go.id), Nurhadi, Yusnanto, Rudy Saputra, Ropik

Leave a Reply