MODIFIKASI BOILER INDUSTRI BERBAHAN BAKAR MINYAK MENJADI BERBAHAN BAKAR BATUBARA MENGGUNAKAN PEMBAKAR SIKLON ASPEK GEOTEKNOLOGI UNTUK PENGEMBANGAN TAMBANG BATUBARA DI TANJUNG ENIM
Feb 18

Limbah cair pengolahan bijih emas dan pencucian batubara umumnya mengandung berbagai jenis logam berat antara lain besi (Fe), tembaga (Mn), timbal (Pb) dan seng (Zn). Logam-logam tersebut dapat berasal dari kegiatan pengupasan tanah penutup dan proses pengolahannya.

Pencemaran badan perairan oleh logam dapat diatasi dengan mengolah limbah sebelum dialirkan ke badan perairan. Cara pengolahan yang umum dilakukan adalah dengan cara fisik dan kimia atau gabungan keduanya. Namun kedua cara tersebut dianggap kurang memadai karena menghasilkan limbah sekunder yang membahayakan lingkungan dengan masa yang lebih panjang. Hal ini disebabkan ketoksikan lumpur dapat lepas kembali oleh asam (Hancook, 1996).

Masalah lingkungan akibat pembuangan lumpur yang mengandung ion logam dapat diatasi dengan proses bioremoval yang ramah lingkungan. Proses biosorpsi juga dikenal sebagai passive uptake merupakan proses pengikatan ion logam pada permukaan dinding sel biomassa melalui interaksi fisikokimia.

Ion logam berat mengikat dinding sel dengan dua cara yang berbeda; pertama, pertukaran ion monovalen dan divalen seperti Na, Mg dan Ca pada dinding sel digantikan oleh ion logam berat, kedua adalah formasi kompleks antara ion-ion logam dengan gugus-gugus fungsional (hydroxy, phosphate, dan hydroxy-carboxyl) yang berada pada dinding sel.

Proses biosorpsi ini bersifat bolak balik dan cepat. Proses bolak balik ikatan ion logam berat di permukaan sel ini dapat terjadi pada sel mati dan sel hidup pada suatu biomass. Proses biosorpsi dapat lebih efektif dengan kehadiran tertentu pH dan kehadiran ion-ion lainnya di media di mana logam berat dapat terendapkan sebagai garam yang tidak terlarut.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan :

  • Biomassa R. arrhizus dan A.niger mampu menyerap ion logam besi, mangan tembaga, timbal dan seng yang berada dalam limbah proses pengolahan bijih emas dan pencucian batubara.
  • Kemampuan R. arrhizus menyerap berbagai logam tersebut lebih tinggi dari pada A.niger.
  • Dalam waktu 15 menit kemampuan biomassa R. arrhizus menyerap besi (Fe) sebesar 95,1%, mangan (Mn) 92%, tembaga (Cu) 100%, timbal (Pb) 100%, dan seng (Zn) 100%.
  • Dalam waktu 15 menit kemampuan Biomassa A.niger menyerap besi (Fe) sebesar 22,46%, mangan (Mn) 20,20%, tembaga (Cu) 100%, timbal (Pb) 28,28%, dan seng (Zn) 35%.
  • Kemampuan penyerapan logam oleh biomassa ditentukan oleh sifat kimia dinding sel. Urutan selektifitas berdasarkan serapan maksimumnya dalam contoh adalah: besi > mangan >tembaga > timbal > seng.

Tentu saja, pada akhirnya pertimbangan ekonomis sangat penting dalam mengevaluasi seluruh proses. Produksi biomassa suatu mikroorganisme, khususnya mikroalga diakui lebih mahal biayanya.

Untuk menghasilkan satu gram biomassa R. arrhizus diperlukan biaya sebesar Rp 21.616,50 (dua puluh satu ribu enam ratus enam puluh enam lima rupiah). Namun demikian, produksi dalam jumlah besar dapat menekan biaya produksi.

Ketika recovery logam berat dilakukan dengan pertimbangan ekonomis, maka perlu juga dipertimbangkan pendekatan secara teknis yang menyangkut mekanisme akumulasi logam berat dengan menggunakan mikroorganisme. Sangat memungkinkan menggunakan metode non-destractive yang membutuhkan regenerasi biomass untuk penggunaan berikutnya.

One Response to “PENELITIAN PENURUNAN KADAR LOGAM DARI LIMBAH PERTAMBANGAN BIJIH EMAS DAN BATUBARA SECARA BIOSORPSI”

  1. Deny Nur Fatwa Says:

    Ass.
    Saya sangat tertarik dengan peniltian saudara.
    Bolehkah saya bisa belajar & tukar pikiran menganai hal ini.
    Sebelumnya, mikrooegaisme dan metode apa yang saudara pakai dalam penelitiannya.
    Terima kasih.

    Hormat Saya.
    Deny NF

    [reply this comment]

Leave a Reply