RECOVERY BIJIH EMAS HALUS DENGAN METODE AGLOMERASI BATUBARA (SKALA LABORATORIUM) APLIKASI LOGGING GEOFISIK HIRAT DAN FULL-WAVEFORM COMPENSATED SONIC UNTUK PEMERIKSAAN KONSTRUKSI PADA SUMUR DALAM (DEEP WELL)
Mar 17

Penelitian ini merupakan salah satu bagian dari kerja sama penelitian antara PT. ANTAM dan Puslitbang tekMIRA mengenai bauksit dan bauksit residu (red mud) yang MoU-nya telah ditandatangani pada tanggal 1 Mei 2007.

Penelitian ini dilakukan dengan meng upgrade bijih bauksit (crude bauxite) dari Kijang dan Tayan serta tailing  bauksit dari Kijang, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi maupun mutu bauksit hasil pencucian (washed bauxite), disamping akan mengurangi dampak negatif dari penumpukan tailing hasil pencucian yang semakin banyak, akibat mutu bahan baku (crude bauxite) yang semakin rendah.

Tahapan kegiatan penelitian ini meliputi : studi bahan baku, percobaan pencucian bijih bauksit proses scrubbing menggunakan molen variasi waktu antara 2,5-60 menit, peningkatan mutu tailing bauksit dengan menggunakan hidrosiklon dengan variasi persen solid antara 2,4-15% serta variasi laju alir 95 dan 100 liter/menit ( untuk siklon besar) dan 11 dan 13 liter/menit (untuk siklon kecil) serta pemisahan kandungan besi dalam over flow hasil hidrosiklon dengan variasi kuat medan magnet antara 4.300-19.900 gauss.

Hasil percobaan menunjukan bahwa semakin lama waktu scrubbing kadar alumina menigkat tetapi perolehan bauksit tercuci menurun. Dengan lama scrubbing 10, 20, dan 60 menit, kadar alumina yang semula sebesar40-48% naik menjadi berturut-turut 50,53%, 53,67% dan 55,30%. Sedangkan perolehannya berturut-turut adalah 89,66, 87,28, dan 82,78%. Perolehan alumina untuk lama scrubbing yang lebih pendek 2,5, 5, an 7,5 menit berturut-turut adalah 78,94%, 76,63% dan 73,92.

Bila dibandingkan dengan hasil pengolahan PT. ANTAM, kadar AlO3 hasil uji coba berkisar antara 50,53 – 53,67% dengan perolehan berkisar 82,78 – 89,66% dan rasio lonsentrasi 78,42 – 84,8%. Sedangkan PT. ANTAM menghasilkan bauksit tercuci dengan kadar Al2O3 antara 44,6 – 52,6% dengan perolehan berkisar 64,27 – 78,02%.

Spesifikasi produk hasil uji coba scrubbing telah memenuhi persyaratan untuk bahan baku proses Bayr dengan komposisi kimia Al2O3 diatas 51% dan Fe2O3 dibawah 7%.

Tailing bauksit hasil pencucian memiliki distribusi ukuran butir > 12 mesh (> 2 mm) sebesar 28,47% ( tailing lama) dan 27,8% (tailing baru), dengan komposisi kimia kumulatif sbb: Al2O3 42,73%, Fe2O3 8,94%, SiO2 18,63%, TiO2 0,60% dan LOI 23,71% untuk tailing lama, sedangkan untuk tailing baru memiliki komposisi kimia Al2O3 47,12%, Fe2O3 12,52%, SiO2 7,66%, TIO2 0,87% an LOI 26,3%

Hasil percobaan dengan hidrosiklon menunjukkan bahwa, bila persen solid semakin besar maka kadar alumina dalam under flow makin tinggi tetapi perolehannya menurun. Dengan persen solid 10% diperoleh kadar Al2O3 : 44,6% dan diperoleh 98,42%

Untuk pemisahan dengan magnit diperoleh data bahwa, bila kuat medan magnet semakin besar maka kadar besi dalam konsentrat semakin rendah dan perolehan besi fluktuasi. Dengan menggunakan kuat medan 4300 gaus dihasilkan kadar besi tertinggi yaitu 33,94% dengan perolehan 33,94%.

3 Responses to “OPTIMALISASI UPGRADING BAUKSIT DAN TAILING PENCUCIAN BAUKSIT TAYAN DAN KIJANG”

  1. jumbadi Says:

    bravo….makin dibanyakin lagi dong hasil penelitiannya, klu tailing bauksite bisa diambil by productnya pasir kuarsa ndak buat bahanbaku kaca, untuk media pasir cor bangunan bagaimana kualitasnya?

    [reply this comment]

    bowo reply on January 31, 2012:

    itu perhitungannya benar apa tidak yah
    kalo secara teoritis saja pada kata-kata
    (sedangkan untuk tailing baru memiliki komposisi kimia Al2O3 47,12%, Fe2O3 12,52%, SiO2 7,66%, TIO2 0,87% an LOI 26,3%)

    hasil hitung saya secara teoritis itu adalah sekitar (-+51.00%) untuk kadar Al2O3

    thx

    [reply this comment]

  2. harga blackberry tour Says:

    sangat membantu bos…

    [reply this comment]

Leave a Reply