MONITORING PERGERAKAN BATUAN PADA BUKAAN TAMBANG BAWAH TANAH MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK PEMBUATAN KATALIS BATUBARA DARI RED MUD TAYAN KALIMANTAN BARAT
Mar 25

Latar Belakang dilakukan Pemantauan dan Analisis Pertambangan Mineral dan Batubara adalah masih banyaknya agenda permasalahan pertambangan tahun 2006 dan tahun-tahun sebelumnya.

Maksud kegiatan ini melakukan infentarisasi dan identifikasi/analisis setiap isu pertambangan mineral dan batubara yang muncul tahun 2007 untuk dijadikan bahan masukan kepada pimpinan dalam mengambil tindak lanjut atas isu tersebut. Tujuan kegiatan agar setiap isu dapat diantisipasi dan dicarikan solusinya sehingga tidak mempengaruhi kondisi dan iklim infestasi di sector pertambangan batubara dan mineral.

Hasil pemantauan dan analisis terhadap permasalahan pertambangan tahun 2007 yang utama adalah ketidakpastian hukum dan konsistensi peraturan (legal certainly) yang berpengaruh terhadap iklim invrestasi di sector pertambangan. Beberapa sumber masalah ketidakpastian hukum dan konsistensi peraturan adalah : belum disahkannya RUU Minerba, tumpang tindih antar sektor dan kesalahpahaman di antara berbagai tingkatan pemerintahan dari pusat sampai daerah, pedoman otda pertambangan yang rancuk sehingga terbitnya beberapa perda bermasalah, dll. Isu pertambangan yang sangat penting pada tahun 2007 yang perlu tindak lanjut adalah bidang kebijakan (terkait investasi,dan energi), bidang investasi (kasus KK dengan RUU minerba Proyek PLTU,investasi di daerah), isu lingkungan (PETI golongan C, batubara, mas ), energi (konversi energi,PLTN, boietanol,dll),dan otda pertambangan (perda,akibat RUU minerba). Dibandingkan dengan hasil survey di beberapa provinsi, isu di media masa tersebut tidak jauh berbeda dengan kondisi di lapangan itu.

Rekomendasi yang di perlukan : 1) peninjauan kembali berbagai peraturan perundang-undangan perpajakan yang masih kurang kondusif bagi iklim inventasi di sector pertambangan mineral dan batubara; 2) berbagai peraturan sector lain yang tumpang tindih dengan sector pertambangan perlu dikoordinasikan kembali untuk mencari penyelesaian terbaik; 3) perlu menyamakan persepsi mengenai konsep pertambangan rakyat yang sesuai dengan karakteristik dan perkembangan masyarakat Indonesia; 4) DESDM perlu secara aktif memberi masukan terhadap berbagai hal yang terkait dengan implmentasi otda pertambangan; 5) di Bidang energi,berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kebijakan energi nasional perlu diselesaikan dan dilaksanakan secara konsisten, dan mempertimbangkan berbagai aspek.

Leave a Reply