Pemanfaatan Biomas Reaktif sebagai Ignitor (penyulut) dan sebagai Filler (bahan pengisi) pada Pembuatan Bio Coal Penelitian Emisi Gas Buang pada Pembakaran Briket Batubara
Mar 31

Sebagai usaha mengurangi ketergantungan energi, terutama minyak bumi yang merupakan bahan dasar pembuatan pelumas maka dilakukan usaha mendaur-ulang minyak pelumas bekas dengan menfaatkan batu bara peringkat rendah sebagai penyerap. Penelitian bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan minyak bumi sebagai bahan dasar pembuatan minyak pelumas. metodologi meliputi: preparasi batu bara; analisa karakterisasi batu bara dan pelumas; percobaan daur-ulang; evaluasi dan analisis data.

Hasil karakterisasi bahan baku tersebut memperlihatkan batu bara Arahan berkandungan inherent moisture cukup tinggi (15,78%). Dengan tingginya kadar air ini harapkan pada saat pemanasan, air menguap. Dari penguapan ini akan berakibat berubahnya struktur komposisi batu bara dan kehilangan sejumlah massa bahan penyusun batu bara, sehingga terjadi kekosongan pada pori-pori, sehingga berkemampuan menyerap unsur-unsur di sekitarnya. Proses daur ulang dilakukan dengan dua tahap, yaitu khlorinasi untuk menghilangkan khlor, serta deĀ¬metalisasi untuk menghilangkan logam Ca dan Zn dan P. Hasil proses de-khlorinasi dicapai pada menit ke 120, yang mana kadar khlor dalam pelumas bekas turun dari 1,78% menjadi 0,07% atau berkurang 96,07%.

Minyak hasil daur ulang lebih baik dari minyak pelumas baru dengan khlor 0,18%, dari proses de-metalisasi dicapai pada menit ke 90, ukuran butir batu bara -12+14mesh dan jumlah batu bara yang ditambahkan 20% berat. pada kondisi ini kadar Ca turun dari 2419 ppm menjadi 195 ppm atau 91,94%, hampir mendekati kadar Ca dalam pelumas baru (138 ppm). Hasil analisis logam-logam dalam minyak pelumas baru, bekas dan hasil de-metalisasi menunjukkan kandungan logam-logam berat seperti Pb berkadar paling tinggi (12,98%), sesuai bahan bakar yang kemungkinan bercampur dalam minyak pelumas bekas saat pembakaran dalam mesin. Batu bara ukuran -12+14 sebanyak 20% sangat baik untuk menghilangkan kontaminan logam Cd dan Ni dalam minyak pelumas bekas dengan waktu proses dicapai pada menit ke 60. Penyerapan optiĀ¬mum logam Co dan Cr dengan batu bara -14+16 sebanyak 10%, dicapai pada menit ke 60. Cr juga dapat dihilangkan dengan batu bara -12+14sebanyak 10% yang dicapai pada menit ke 60.

6 Responses to “Daur Ulang Minyak Pelumas Bekas Menggunakan Batu bara Peringkat Rendah sebagai Penyerap”

  1. nova choirul anam Says:

    dgn.adanya daur ulang ini dapat mengurangi dampak dari adanya polusi pada tanah,selain itu juga dapat menjadi peluang untuk mendapat penghasilan terutama bagi kalangan pemulung!!!!!!!!!!

    [reply this comment]

  2. budi hendarto Says:

    bagus sekali artikel nya…untuk detail proses daur ulang pelumas ini apakah bisa bantu saya untuk dapatkan referensinya detailnya

    salam

    [reply this comment]

  3. syafrizal Says:

    skema pengolahan oli kotor

    [reply this comment]

  4. Ivan A Says:

    Bagus artikelnya, kebetulan kami juga bergerak di bidang daur ulang oli.untuk lebih jelasnya mohon dibantu, agar kami dapat mencoba cara ini. karena kami sangat tertarik.

    Salam

    [reply this comment]

  5. harga blackberry javelin Says:

    Artikelnya bgus-bsgus Mas..

    [reply this comment]

  6. www.olibagus.com Says:

    informasi yang sangat berguna,saya jadi tahu oli yang ok. thx buat postingan , 2 thumps up

    [reply this comment]

Leave a Reply