PEMANFAATAN BIJIH LATERIT UNTUK INDUSTRI BESI BAJA DIVERSIFIKASI PRODUK KAPUR
Feb 17

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengubah cara pengolahan emas skala kecil yang biasanya menggunakan air raksa sebagai media penangkap emas dengan cara melebur langsung konsentrat emas dengan menggunakan batubara sebagai reduktornya.

Contoh konsentrat emas mengandung mangan yang cukup tinggi yakni Au=217,8 g/t, Ag=8219,7 g/t, Mn=18% dan Cu=0,023%.

Setelah proses peleburan menghasilkan produk Au=67,68% dan Ag=40,57% dengan recovery Au=85,40% dan Ag=75,80%.

10 Responses to “PELEBURAN LANGSUNG BIJIH EMAS BERKADAR MANGAN TINGGI”

  1. Ralph Pandelaki Says:

    Saya pernah melihat cara pengolahan emas tradisional dengan air raksa yang limbahnya masih bisa diolah lagi. Itu berarti pada waktu proses awal pengolahan tidak semua emas bisa tertangkap oleh air raksa. Yang menjadi pertanyaan saya apakah tidak ada zat lain yang lebih efektip untuk menangkap emas selain air raksa, Atau apakah ada zat lain yang bila ditambahkan bisa menangkap lebih banyak zat emas. Sehingga tidak perlu dilakukan pengolahan sampai berulang-ulang.
    Demikian pertanyaan saya, atas jawaban yang diberikan saya ucapkan terima kasih.

    [reply this comment]

  2. suseno Says:

    untuk mendapatkan alat ini berikut harga dan kegunaannya saya bisa menghubungi kemana

    [reply this comment]

  3. suryanto Says:

    kalau saya punya kadar Au = 2.3 ppm, Ag = 350 ppm Mn = 30%, apakah bisa effektif jika menggunakan alat in, dan apakah layak untuk di produksi. Tks

    [reply this comment]

  4. indra Says:

    kalo sy punya bahan baku emas untuk melebur harus menghubungi siapa? siap bekerjasama

    [reply this comment]

  5. admin Says:

    Pengolahan bijih emas umumnya harus dilakukan secara bertahap, yaitu dari bijih yang baru digali dari tambang dengan kadar sangat rendah sekitar beberapa gram/ton saja masih perlu ditingkatkan menjadi bijih emas berkadar tinggi mencapai kadar diatas sepuluh gram/ton dengan cara pengayaan atau konsentrasi sehingga menjadi layak untuk diekstraksi emasnya secara kimia misalnya dengan metode sianidasi dan lain-lainnya. Terkecuali untuk bijih emas berkadar tinggi atau bijih emas yang secara alami berukuran butir besar, sehingga butirannya dapat dilihat dengan kasat mata atau tanpa mikroskop, bijih jenis ini dengan mudah dapat dipisahkan dengan cara pendulangan/palong berkarpet dan atau dilanjutkan dengan amalgamasi air raksa, sehingga membentuk amalgam emas dan setelah itu cukup melalui penggarangan bisa didapat emas bullion yang mengandung perak.

    Kembali ke bijih emas yang ditambang, terdapat berbagai jenis bijih yang sifat-sifatnya tergantung dari lingkungan keterdapatannya, misalnya emas alluvial terdapat sebagai butiran emas kasar ataupun halus sebagai hasil pelapukan, tranportasi dan pengendapan dari aliran sungai; bijih emas sulfida adalah emas yang terdapat di lingkungan bijih yang mengandung belerang tinggi atau bersama bijih sulfida lainnya seperti sulfida tembaga, sulfida besi, sulfida timah hitam dll; bijih emas manganis adalah emas yang terdapat bersama bijih yang mengandung unsur mangan dst. Oleh karenanya, jalur proses pengolahannya tidak sama bagi masing-masing jenis bijih emas tersebut; ada yang dapat langsung dipisahkan dari mineral pengotor lainnya berdasarkan perbedaan berat jenisnya, ada yang harus digiling halus agar bisa memisahkan bagian mineral yang berkadar emas tinggi dari bagian lainnya yang bersifat mengotori bijih atau ukuran halus itu diperlukan agar kontak dengan bahan pelarut dapat berlangsung efektif, ada pula yang harus dipanggang dahulu karena mengandung unsur logam lain yang mengurangi efektifitas kerja bahan pelarut emas. Untuk bisa memahami penggolongan jenis bijih tersebut, diperlukan kajian mineralogi dan analisis unsur total dari bijih tersebut; sedangkan untuk menguji sifat kelarutannya dapat diawali dengan pengujian standar sianidasi. Hasil pengujian sianidasi tersebut akan mengungkapkan mudah atau sulitnya kelarutan emas dalan larutan sianid, sehingga dapat dilanjutkan dengan pengujian lainnya, misalnya dengan melakukan penambahan reagen dsb. Bijih emas yang terdapat bersama bijih logam lainnya, seperti tembaga, seng, timah hitam dsb, biasanya tidak langsung dilakukan pemisahan terhadap emasnya, tetapi digabungkan dalam konsentrat tembaga, seng, galena dst; jadi emas akan diperoleh setelah proses peleburan masing-masing konsentrat tersebut, yaitu di peleburan bijih tembaga, seng, atau galena tsb.

    Pada saat ini, Tekmira di Kelompok Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Mineral telah mengembangkan berbagai metode pengolahan bijih emas, tujuannya adalah untuk menghasilkan cara-cara pengolahan yang ramah lingkungan, dengan menghindarkan penggunaan air raksa/merkuri yang sangat membahayakan baik pelaku maupun lingkungan yang berada di sekitar penambangannya. Untuk melakukan pengujian bijih emas secara sistematis dan lengkap, dapat menghubungi Laboratorium Metalurgi dengan Bapak Ir. Nuryadi Saleh.

    Salam,
    Pramusanto

    [reply this comment]

  6. Albert Says:

    Saya pernah melihat cara pengolahan emas tradisional dengan air raksa yang limbahnya masih bisa diolah lagi. Itu berarti pada waktu proses awal pengolahan tidak semua emas bisa tertangkap oleh air raksa. Yang menjadi pertanyaan saya apakah ada zat lain yang bila ditambahkan bisa menangkap lebih banyak zat emas. Dan menurut info yang saya dapat untuk ukuran emas yang dibawah 74 mikron tidak bisa diambil oleh raksa termasuk yang kadar rendah.

    Mohon bantuannya, atas jawaban yang diberikan saya ucapkan terima kasih.

    [reply this comment]

  7. wahyu Says:

    saya butuh pengolahan emas meski yang masih tradisional…….. sy sudah liat pengolahan emas yang msh memakai ” tromol ” yakni secara tradisional dengan memasukkan pasir yang mengandung emas kedalam drum , terus diputar dgn mesin sampai empat jam, dengan memasukkan air perak. apakah ada cara lain yang lebih baik ?? dimana sy bisa dapat ? trims…..

    [reply this comment]

  8. wahyu Says:

    no hp saya 085245050630……….. apakah ada alat pengolah emas yang lebmih baik dari pakai tromol ????

    [reply this comment]

  9. husin Says:

    Yth Bapak/Ibu,
    Mohon petunjuk pencucian zircon dari asalan kadar rendah 1% Zr,warna kemerahan mengandung banyak pasir,lokasi di palangkaraya.
    Terima kasih atas bantuannya.

    Salam dari,
    Husin

    [reply this comment]

  10. Aldo Says:

    Salam kenal pak…

    saya pengen tau tentang konsentrat emas itu berupa apa dan bewarna apa…
    apakah semua logam yang mengandung emas itu pasti mengandung perak…

    ……TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA…….

    [reply this comment]

Leave a Reply