Mar 17

Aglomerasi emas batubara (Coal Gold Agglomeration-CGA) adalah inovasi teknologi yang ramah lingkungan. Dimulai dengan proses aglomerasi minyak batubara (Coal Oil Agglomeratin-COA) yang menunjukan bahwa pengaruh kandungan karbon batubara penting dalam  membentuk aglomerat tetapi tidak dominan. Pengaruh yang lebih dominan adalah kandungan abu batubara yang harus serendah mungkin. Emas dari bijih alluvial mudah ditangkap secara selektif dengan teknologon CGA karena sudah teribelasi sempurna. Emas dari bijih oksidis atau sulfidis relative agak sulit dipisahkan karena masih interlock dengan mineral lain, kecuali ditambahkan reagen permukaan mineral pembawa emas. Laju penangkapan emas lebih cepat jika menggunakan  batubara abu rendah.

Secara umum, teknologi CGA mampu menangkap emas cukup banyak  (recovery 50-85%) dengan kadar meningkat sekitar 7-16 kali lipat dari bahan bakunya. Dibandingkan dengan proses amalgamasi, teknologi CGA lebih efektif.