May 23


Tanur busur listrik DC untuk peleburan silika

Pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia memerlukan energi listrik dalam jumlah besar. Konsumsi listrik Indonesia setiap tahunnya terus meningkat sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Indonesia sebagai negara tropis yang hanya mengalami dua musim, panas dan hujan memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang cukup besar. Matahari akan bersinar sepanjang tahun dan kondisi iklim yang dimiliki Indonesia sangat mendukung untuk pemanfaatan sumber energi berasal dari matahari atau tenaga surya dan akan menjadi potensi sumber energi listrik alternatif masa depan bagi Indonesia dengan persediaan yang tidak terbatas. Continue reading »

May 13

Bauksit asal Tayan, Kalimantan Barat yang digunakan dalam penelitian ini, meliputi peningkatan kadar (upgrading) crude bauxite, pemrosesan tailing-nya dan pembuatan alumina hidrat serta pemanfaatan bauksit residu (red mud) untuk lumpur pengeboran.

Peningkatan kadar bauksit dilakukan dengan menggunakan rotary drum scrubber (RDS), pemrosesan tailing menggunakan hidrosiklon dan pemisah magnetik, pembuatan alumina hidrat menggunakan autoclave dan reaktor hidrolisis, dan pemanfaatan red mud untuk lumpur pengeboran menggunakan alat hidrosiklon dan pemisah magnetik. Peningkatan kadar crude bauxite ini telah dilakukan dan menghasilkan bauksit tercuci dengan kadar Al2O3 >55% dan kadar SiO2 reaktif <3%. Continue reading »

May 09

Logam emas mempunyai daya tarik tersendiri karena perannya yang berpengaruh terhadap tatanan perekonomian suatu negara. Sebagai penghasil devisa Indonesia dari sektor pertambangan endapan emas tersebar hampir di seluruh negeri ini. Sayangnya -terlepas dari besar kecilnya cadangan- pengolahan emas di negeri ini ada yang masih dilakukan secara sederhana, yaitu dengan menggunakan palong dan amalgamasi langsung. Hal ini umum terjadi pada perusahaan-perusahaan berskala menengah ke bawah termasuk para penambangan rakyat. Amalgamasi bermasalah terhadap lingkungan. Sifatnya yang beracun tidak saja berpengaruh terhadap hewan dan tumbuhan tetapi juga manusia. Meningkatnya kesadaran terhadap lingkungan yang bersih mendorong orang mencari pengolahan emas alternatif yang ramah lingkungan. Konsentrasi gaya berat sebagai salah satu metode pengolahan emas diharapkan dapat menjawab tantangan tadi. Continue reading »

May 08

Salah satu makna dari UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara adalah tentang kewajiban perusahaan di dalam mengoptimalkan kegiatan usaha pertambangan. Untuk mengoptimalkan pengusahaan dan penerimaan negara dari pertambangan mineral, pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM No. 7 Tahun 2012 Tentang Peningkatan Nilai Tambah (PNT) Mineral Melalui Pengolahan Dan Pemurnian Mineral. Continue reading »

Mar 03

Dalam setiap kegiatan produksi selain dihasilkan suatu produk yang mempunyai nilai tambah tinggi, juga dihasilkan limbah baik limbah padat, cair, maupun gas. Termasuk di dalamnya kegiatan industri pertambangan dan kimia yang menggunakan bahan baku dari bahan galian tambang. Beberapa jenis industri kimia yang menghasilkan limbah padat antara lain industri pembuatan antena yang menggunakan bahan baku aluminium menghasilkan limbah berupa sludge mengandung aluminium, industri elektronika yang menggunakan bahan baku lempengan logam tembaga menghasilkan limbah cair yang mengandung tembaga klorida, dan industri permesinan yang menangani material-material terbuat dari besi menghasilkan limbah padat berupa skrap besi. Jumlah limbah yang dihasilkan tersebut cukup besar sesuai dengan banyaknya pabrik yang melakukan aktifitas kegiatan produksi. Sebagai contoh pabrik antena yang ada di daerah Gedebage menghasilkan sludge sebanyak 10 ton per bulan. Pabrik elektronika didaerah Cicalengka menghasilkan limbah yang mengandung tembaga mencapai  40 ton / bulan. Sementara limbah skrap besi jumlahnya cukup besar dan tersebar diberbagai lokasi. Apabila limbah-limbah tersebut di atas tidak dikelola dan diolah dengan baik akan menimbulkan masalah pencemaran lingkungan. Dengan menggunakan metode pengolahan limbah yang tepat, selain terjadinya pencemaran lingkungan dapat dicegah, juga dapat diperoleh nilai tambah yang tinggi, karena limbah-limbah tersebut di dalamnya masih terkandung komponen-komponen berharga seperti Al, Cu, dan Fe yang masih memiliki nilai ekonomi.

Continue reading »

Mar 27

Bijih besi laterit banyak terdapat di beberapa tempat di Indonesia seperti pulau Sebuku, Gunung kukusan, Geronggang (Kalimantan Selatan), Pomalaa (Sulawesi Tenggara), Halmahera, diperkirakan jumlah endapan bijih besi laterit ini mencapai 950.000.000 ton dengan kandungan Fe 39,8 – 55,2%. Karakteristik bijih besi laterit memiliki kandungan besi yang rendah, kandungan logam-logam pengotor seperti nikel, krom, kobal, mangan dan kandungan air yang tinggi. Dengan karakteristik demikian bijih besi laterit hampir belum dapat termanfaatkan dalam industri besi-baja. Pada umumnya industri besi baja membutuhkan kadar besi 60-69%, sedangkan PT. Krakatau Steel membutuhkan bijih dengan kandungan Fe minimum 65%. Pada saat ini belum ada tekologi yang efektif dan ekonomis melakukan peningkatan kadar bijih besi jenis lateritik, yang dapat memenuhi persyaratan sebagai bahan baku industri besi baja. Continue reading »

Mar 27

Salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan dalam proses pengolahan feldspar adalah memonitor variable proses yang diukur oleh sistem kontrol berbasis computer. Upaya ini dilakukan dengan cara memantau variable proses mulai dari proses aliran umpan, berat umpan yang diterima, tingkat kekentalan, tingkat keasaman dan suhu pengeringan. Continue reading »

Mar 25

Bijih nikel laterit kadar rendah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan feronikel dengan melakukan peningkatan kadar nikel sesuai cut of grade yang ditentukan UBPN Operasi Pomala, PT. Antam Tbk. yaitu 2.3% Ni. Percobaan dalam skala laboratorium telah menghasilkan peningkatan kadar nikel lebih besar dari 2.3% Ni yaitu 2.43% Ni dengan perolehan optimum sebesar 83.4% untuk contoh A dan 2.39% Ni dengan perolehan sebesar 84.08% untuk contoh B, melalui metode flotasi dengan mengapungkan mineral silikat, dengan menggunakan senyawa amina komplek untuk kolektor dan starch (kanji) untuk depressant. Sedangkan metoda magnetisasi dapat dimanfaatkan dan meningkatkan kadar besi tetapi tidak dapat meningkatkan kadar nikel dalam pemanfaatan endapan bijih nikel laterit lapisan atas (iron cap) dengan peningkatan kadar besi dari 41.88% Fe menjadi 66.43% Fe dan nikel dari kadar 0.40% Ni menjadi 0.50% Ni.***

Mar 25

Sehubungan dengan akan dikembangkannya dua cadangan bauksit yang potensial di Indonesia yaitu daerah Tayan di Kalimantan Barat serta di Kijang, propinsi Riau oleh PT. Antam untuk memproduksi aluminia (bekerjasama dengan Showa-Denko (Jepang) untuk Tayan, dan Xinfa (Cina)  untuk Kijang) maka hal yang penting mendapat perhatian lembaga litbang mineral khususnya pengolahan mineral diantaranya adalah limbah proses pengolahannya yang disebut red mud. Continue reading »

Mar 25

Studi tentang aktivasi red mud, residu pembuatan alumina dari bauksit dengan proses bayer yang akan digunakan sebagai bahan katalis pencairan batubara. Kegiatan dilakukan dengan melakukan pengolahan bauksit Tayan Kalimantan Barat dan bauksit dari pulau Kijang dengan proses bayer.

Continue reading »