Mar 15
Ada Kuasa Pertambangan Diduga Bersekongkol
Harian Kompas, Senin, 15 Maret 2010 | 02:54 WIB
Tenggarong, Kompas - Sebanyak 45 perusahaan pemegang izin kuasa pertambangan batu bara yang beroperasi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, belum menyetor dana jaminan reklamasi dan jaminan pascatambang.
Padahal, perusahaan-perusahaan tersebut sudah mengeruk batu bara bertahun-tahun di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Demikian penjelasan Penjabat Bupati Kutai Kartanegara Sulaiman Gafur saat dihubungi dari Samarinda, Minggu (14/3). Ia mengingatkan, kewajiban menyetorkan jaminan kepada pemerintah sebelum berproduksi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Continue reading »
Mar 12
Harian Pikiran Rakyat, Jum;at 12 Maret 2010
SUMBER, (PR).-
Puluhan warga daerah Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kab. Cirebon yang lahannya terkena megaprojek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon kembali berunjuk rasa di sekitar projek tersebut, Kamis (11/3) siang. Mereka meminta pemerataan harga ganti rugi tanah dan meminta PT Cirebon Elektrik Power (CEP) sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pembebasan tanah segera mengganti kekurangan harga tanah.
Lilis, salah seorang warga asal Desa Kanci Kulon mengakui, pada awal pembebasan lahan tanah miliknya hanya dibayar Rp 45.000/meter persegi. Namun tidak lama kemudian, harga tanah warga yang lain mendadak naik menjadi Rp 90.000 bahkan sampai Rp 150.000/meter persegi. Continue reading »
Mar 12
Harian Pikiran Rakyat, Jum’at 12 Maret 2010
SUMEDANG, (PR).-
Aktivitas galian dan angkutan material di Gunung Julang, Desa Cisitu, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, kini beroperasi kembali. Padahal, para pemilik lahan di sekitar gunung sempat memblokir jalan untuk menghentikan usaha galian di sekitar Waduk Jatigede tersebut.
Menurut keterangan yang dihimpun, Kamis (11/3), menyebutkan, Satuan Kerja Projek Waduk Jatigede bersama tim dari Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kab. Sumedang, dalam sepekan terakhir telah mulai mendata lahan masyarakat sekitar Gunung Julang. Mereka menilai lahan itu terancam rusak akibat aktivitas projek itu. Continue reading »
Mar 12
Tambang Bawah Tanah Diminati
Harian Kompas Jumat, 12 Maret 2010 | 03:17 WIB
Jakarta, Kompas - Hutan konservasi selama ini tidak diperbolehkan untuk kegiatan di luar konservasi, riset, atau pendidikan. Akan tetapi, potensi panas bumi di kawasan konservasi yang mencapai 30 persen itu saat ini mulai diutamakan pemanfaatannya.
”Pemanfaatan panas bumi atau geotermal untuk pembangkit listrik membutuhkan kadar air yang bagus. Untuk itu, dibutuhkan kondisi hutan yang bagus,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral, Batu Bara, dan Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Witoro Soelarno, Kamis (11/3). Continue reading »
Mar 11
Harian Kompas, Kamis, 11 Maret 2010 | 03:31 WIB
Jakarta, Kompas - Pemerintah mengeluarkan ketentuan baru berupa Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan. Peraturan pemerintah itu itu, antara lain mengatur ketentuan tambang bawah tanah atau pola tertutup yang diperbolehkan di kawasan hutan lindung.
”Semestinya, yang dibutuhkan sekarang adalah ketentuan melarang pengeluaran izin tambang karena sudah terlampau banyak. Untuk mengawasi operasional tambang terbuka saja pemerintah kewalahan, apalagi dengan tambang bawah tanah yang tertutup,” kata Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Siti Maemunah, ketika dihubungi dari Jakarta, Rabu (10/3). Continue reading »
Mar 10
KS Baru Memprediksi Kenaikan Maret-Juni 2010
Harian Kompas Rabu, 10 Maret 2010 | 03:47 WIB
Jakarta, Kompas - Harga baja domestik dalam beberapa bulan ini diprediksi akan merangkak naik. Kenaikan akan dipicu oleh lonjakan kenaikan harga bahan baku di pasar internasional. Kenaikan itu dipastikan berdampak pada industri berbasis baja, seperti produk elektronika, properti, dan otomotif.
Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel atau KS (Persero) Irvan K Hakim mengungkapkan tren perkembangan harga baja di Jakarta, Selasa (9/3). Dalam sepekan ini, KS sengaja menghentikan transaksi perdagangan karena ingin mencermati perkembangan harga yang diprediksi naik sejak Maret hingga Juni 2010. Continue reading »
Recent Comments