Nov 16

Harian Kompas Selasa, 16 November 2010 | 05:19 WIB

Mataram, Kompas – PT Newmont Nusa Tenggara, menurut rencana, memulai eksplorasi emas di Dusun Elang Dodo (Blok Elang), Desa Ropang, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, Pulau Sumbawa, tahun 2011. Izin pertambangan emas dari pemerintah sudah keluar sejak Oktober lalu.

Lokasi eksplorasi di kawasan hutan tersebut diperkirakan memiliki potensi mineral emas dan tembaga lebih besar dibandingkan dengan lokasi penambangan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) saat ini di Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

”Berapa besarnya, belum diketahui pasti karena masih perlu penelitian secara detail,” ujar Kasan Mulyono, Manajer Humas PT NNT di Benete, Desa Maluk, Sumbawa Barat, Senin (15/11). Continue reading »

Apr 06

Harian Pikiran RAkyat, Selasa 6 April 2010
Digali  secara terus-menerus selama sekitar 26 tahun menyebabkan ketersediaan pasir Galunggung atau biasa disebut ”emas hitam” kini kian menurun. Memang, hingga saat ini tidak ada pendataan khusus tentang potensi luas lahan tambang dan produksi pasir Galunggung oleh pemerintah daerah dari setiap rumah penduduk.

Namun, seperti yang diungkapkan Bupati Tasikmalaya  Tatang Farhanul Hakim, potensi galian tidak lagi sebesar dahulu. Hal itu paling tidak bisa dilihat dari kontinuitas penambangan oleh sejumlah pengusaha dengan tren luas lahan tambang dan produksi yang terus meningkat setiap tahun.

Dalam kurun 2006-2009 (empat tahun) misalnya, telah tergali 214.632 ton pasir Galunggung, dengan perincian  19.909 ton pada 2006,  28.854 ton (2007), 38.207 ton (2008), dan 127.662 ton (2009). Sementara luas lahan yang ditambang sudah mencapai ratusan hektare  yaitu 25,1 hektare  pada 2006, 16,1 hektare (2007), 231,1 hektare (2008), dan 28.5 hektare (2009). Itu belum termasuk penggalian sebelum 2006 yang disebut-sebut dilakukan secara besar-besaran oleh pengusaha asal Jakarta. Continue reading »

Apr 06

Tambang Pasir
Harian Pikiran Rakya, Selasa 6 April 2010

Ketika langit begitu hitam dan Gunung Galunggung merah menyala, warga sekitar Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya berpikir itulah kiamat. Mereka berpikir 5 April 1982 adalah akhir kehidupan.

Namun, siapa sangka sebenarnya itulah awal kehidupan bagi mereka. Bahkan, bisa dibilang awal kehidupan yang lebih baik. Sebab, melalui bencana itu rupanya Tuhan menganugerahi mereka ”surga”.

”Surga” itu adalah tanah yang subur dan melimpahnya bahan material bangunan seperti pasir dan bebatuan. Kebanyakan warga yang sebelumnya hidup dalam kemiskinan, bahkan ada yang memilih merantau, kini berbalik 180 derajat.

Endang Abdul Malik (41) misalnya. Bergelut dengan kemiskinan, kini tak lagi dilakoni lelaki asal Kp. Singemplong Desa Sinagar Kec. Sukaratu Kab. Tasikmalaya itu, setelah sukses berbisnis pasir Galunggung sejak 2000. Saking suksesnya sebagai pengusaha ”emas hitam” terbesar di sana, namanya pun kini lebih dikenal dengan ”Endang Juta”. ”Itu nama ledekan,” katanya singkat. Continue reading »

Mar 12

Harian Pikiran Rakyat, Jum’at 12 Maret 2010
SUMEDANG, (PR).-
Aktivitas galian dan angkutan material di Gunung Julang, Desa Cisitu, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, kini beroperasi kembali. Padahal, para pemilik lahan di sekitar gunung sempat memblokir jalan untuk menghentikan usaha galian di sekitar Waduk Jatigede tersebut.

Menurut keterangan yang dihimpun, Kamis (11/3), menyebutkan, Satuan Kerja Projek Waduk Jatigede bersama tim dari Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kab. Sumedang, dalam sepekan terakhir telah mulai mendata lahan masyarakat sekitar Gunung Julang. Mereka menilai lahan itu terancam rusak akibat aktivitas projek itu. Continue reading »

Mar 05

POBOYA
Harian Kompas, Jumat, 5 Maret 2010 | 05:45 WIB

Reny Sri Ayu Taslim

Senin siang medio Februari. Ribuan penambang emas dari Kelurahan Poboya, Kota Palu, Sulawesi Tengah, turun ke jalan. Berkendara sepeda motor, mobil, dan truk, mereka berkonvoi ke beberapa titik di Kota Palu. Berawal di Kantor Pemerintah Kota Palu, lalu ke DPRD Kota Palu, dan bermuara di Markas Kepolisian Daerah Sulteng.

Tak hanya penambang, ketua dan tokoh dewan adat, masyarakat, serta Barisan Muda Tara (Batara)–Tara, salah satu subetnis Kaili di Sulteng—ikut di tengah-tengah aksi. Empat titik aksi dengan satu tuntutan yang sama yang disusun dalam sebuah petisi: mendesak regulasi yang akan jadi dasar hukum melegalkan aktivitas mereka selama beberapa tahun terakhir. Selain itu, menolak penertiban dan penutupan areal tambang. Continue reading »

Feb 05

Harian Kompas, Jumat, 5 Februari 2010 | 04:10 WIB

Kepada Br Edy OFM dari Sekretariat Keadilan dan Perdamaian, Keuskupan Jayapura, Hermanus Ke-gepe salah seorang masyarakat dari suku Wolani-mengaku ditipu. Sang penipu adalah pengusaha penambangan emas.

”Pengusaha bilang sudah bayar Rp 15 juta, padahal belum. Kadang mereka kasih Rp 10 juta dengan lembaran uang seratusan, tetapi lima juta rupiah sisanya dibayar pakai puluhan ribu. Saya tidak tahu hitung, maka percaya saja. Padahal jumlahnya ternyata tidak sampai lima juta rupiah,” kata Hermanus. Continue reading »

Jan 14

eksplorasi-tambang-emas-aceh.jpg

Dec 23

eksploitasi-tampomas-kantongi-izin-pemkab.jpg

Jul 14

Harian Kompas, Selasa, 14 Juli 2009 | 04:32 WIB

LABUAN BAJO, KOMPAS – Semua fraksi di DPRD Kabupaten Manggarai Barat sepakat meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menghentikan sementara kegiatan tambang emas di Batugosok, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Continue reading »

Jun 15

batu-darah-kristus-ditemukan-di-purbalingga-kompas-15-juni-2009.JPG