PTPN Akan Investasi Biofuel Rp 978 Miliar Harga Minyak dan gas Dunia
Feb 17

Harian Investor Daily, 17/02/2009 15:16:57 WIB
JAKARTA, Investor Daily
Ketua Umum  Partai Golkar  M Jusuf Kalla mengatakan, penggunaan nuklir untuk memenuhi  kebutuhan energi tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Kondisi alam, teknologi, dan sumber daya manusia  (SDM) yang terbatas belum memungkinkan penggunaan energi nuklir di Indonesia.Demikian dikatakan M Jusuf Kalla saat Diskusi Pengusaha Bertanya Parpol Menjawab di Hotel Four Seasons Jakarta, Senin (16/2).   Wakil Presiden mengatakan, nuklir sebagai energi potensial bahan bakar (BBM) murah, namun dengan menerapkan teknologi tinggi. “Nuklir adalah energi yang baik tapi tempatnya banyak yang menentang untuk berada di tempat tinggal masyarakat banyak,” jelas dia.

Menurut Kalla mengatakan, potensi bencana alam antara lain gempa bumi yang cukup aktif akan menghalangi pembangunan dari segi keamanan. Selain itu, tingkat kepakaran SDM yang mengelola energi nuklir masih belum memungkinkan. “Golkar tidak setuju penerapan energi nuklir saat ini. Kalau ada teknologi yang lebih aman dan mudah di masa datang, partai baru menyetujui,” ujarnya.

Kalla mengatakan, pemerintah telah memperingatkan kepala daerah yang mengeluarkan isu mengenai pembangunan fasilitas energi nuklir di daerahnya.

Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman sebelumnya pernah mengatakan, pada 2016 Indonesia ditargetkan memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Namun, PLTN tidak dapat dimasukkan ke dalam program percepatan listrik nasional karena membutuhkan masa studi minimal lima tahun.

Pemeritnah sebelumnya berniat membangun PLTN di Semenanjung Muria, Kabupaten Jepara di Jawa Tengah  pada 2017. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro pernah menjelaskan, pembangunan PLTN ini bukanlah suatu keharusan karena pemerintah memiliki sejumlah pertimbangan, di antaranya penerimaan masyarakat dan aspek teknologi dan keekonomian terkait perkembangan inovasi teknologi. (pam)

Leave a Reply