Apr 14

Harian Kompas, Selasa, 14 April 2009 | 16:51 WIB
Bandung, Kompas – Kawasan karst Citatah akan dijadikan kampung budaya dan ilmu kebumian. Hal ini dilakukan untuk menghentikan dampak eksploitasi penambangan kapur yang merusak struktur dan formasi bentang alam berusia 20 juta-30 juta tahun itu.Menurut Ketua Lembaga Kebudayaan Kalang Budaya Kabupaten Bandung Barat Nana Munajat, Senin (13/4), keinginan ini lahir dari aspirasi masyarakat yang ingin menyelamatkan kawasan karst Citatah. Saat ini karst Citatah menghadapi ancaman berat akibat eksploitasi penambangan kapur. Bahkan kawasan khas bernilai sejarah tinggi, seperti Goa Pawon, Gunung Masigit, Karang Panganten, dan Pabeasan, mulai terancam penambangan kapur.

“Selama ini potensi yang terlihat hanya penambangan kapur. Padahal, usia kegiatan itu sangat terbatas. Terlebih kegiatan itu cenderung merusak,” katanya.

Nana mengatakan, salah satu potensi yang belum dikembangkan adalah kampung budaya. Fungsinya sebagai penarik wisata-wan untuk datang ke karst Citatah. Kampung budaya itu juga bisa sebagai pusat seni hingga pembuatan kerajinan rakyat. Diharapkan rencana ini terealisasi tahun 2010.

“Tempatnya diambil dekat Goa Pawon. Di goa itu pernah ditemukan fosil manusia prasejarah pertama kali di Jawa Barat. Kemungkinan fosil itu nenek moyang orang Sunda,” tuturnya.

Kepala Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan Institut Teknologi Bandung Budi Brahmantyo menyebutkan, karst itu juga potensial sebagai wisata pendidikan.

Karst Citatah akan menjadi kampus alam bagi pelajar atau mahasiswa untuk meneliti kadar karbon hingga debit air di pegunungan kapur. Aktivitas penelitian bisa dilakukan terhadap taman batu (stone garden) serta fosil hewan atau tumbuhan. “Pengelolaannya bisa dilakukan pemerintah daerah, lembaga penelitian tertentu, atau komponen perguruan tinggi, seperti Ilmu Teknologi dan Kebumian ITB,” katanya.

Budi optimistis hal itu bisa tercapai. Alasannya, hal serupa dilakukan di Cagar Alam Geologi Nasional Karangsambung, laboratorium alam karst di Jawa Tengah. Usia batuannya mencapai 65 juta-125 juta tahun. Kawasan ini dikelola Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Contoh lain adalah kawasan karst di Sulawesi Selatan. Kawasan karst sepanjang 100 kilometer dari Kabupaten Maros hingga Pangkep itu dijadikan kawasan wisata. Kerja sama dilakukan antara pemerintah dan Universitas Hasanuddin.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Jabar Deny Juanda mengatakan, dua usulan itu tengah digodok guna menyelamatkan karst Citatah. Hal itu diperkuat pernyataan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang hendak mengucurkan dana Rp 60 juta dari pos bantuan gubernur tahun 2010 untuk revitalisasi karst Citatah, khususnya Goa Pawon. (CHE)

Leave a Reply