Jun 10

Harian Kompas Kamis, 10 Juni 2010 | 05:30 WIB

Manado, Kompas – Pertikaian antarkampung terjadi di Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Selasa (8/6). Warga Desa Tambun dan Desa Tonom di Dumoga itu tawuran akibat berebut lubang tambang emas.

Keterangan yang dihimpun Kompas, Rabu (9/6), tawuran berawal dari konflik dua kelompok warga terkait lokasi tambang emas di wilayah Milongadaa, Bolaang Mongondow Selatan, yang jaraknya sekitar 50 kilometer dari kedua desa mereka.

Warga Desa Tonom bersikeras merebut lokasi tambang yang sudah dikuasai warga Desa Tambun. Hal ini menyebabkan terjadi adu mulut di lokasi pertambangan.

Setelah kedua kelompok yang bersitegang itu pulang ke desa masing-masing dan menceritakan kejadian tersebut, warga lainnya emosional. Buntutnya, terjadi tawuran antarkampung.

Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa ataupun luka-luka. Sebab, ketika beberapa warga dari kedua desa mulai mengeluarkan senjata tajam, seperti pedang samurai, parang, serta tombak, aparat Kepolisian Resor (Polres) Bolaang Mongondow dan Kepolisian Sektor (Polsek) Dumoga tiba di lokasi.

Kepala Polres Bolaang Mongondow Ajun Komisaris Besar Gatot Tri mengatakan, situasi di Tambun dan Tonom kemarin sudah normal. Polisi juga telah menyita sejumlah senjata tajam dari warga yang bertikai.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan James Munaiseche, lokasi tambang emas itu sudah ditutup oleh pemerintah setempat. Namun, lokasi tersebut masih dieksploitasi penambang-penambang liar.

”Kami kesulitan mengawasi karena lokasinya sangat jauh,” ujarnya.

Tiga bulan lalu di Kecamatan Dumoga, yang dikenal sebagai daerah lumbung emas Sulawesi Utara, ini juga terjadi tawuran antarwarga. Saat itu tawuran yang melibatkan warga Desa Pusian dan Toruakat menghanguskan 21 rumah penduduk. (zal)

Leave a Reply