Aug 12

Harian KmpasKamis, 12 Agustus 2010 | 03:40 WIB

Gedong Tataan, Kompas – Perusahaan tambang emas PT Napal Umbar Pincung di Pesawaran, Lampung, siap memberikan ganti rugi serta bantuan pengobatan dan air bersih bagi para korban pencemaran logam berat di Desa Sinar Harapan.

”Semua warga sudah diobati. Pengobatan kami tanggung sepenuhnya. Sebagian rumah juga sudah teraliri (air bersih),” kata Syahruji, pemilik PT Napal Umbar Pincung (NUP), Rabu (11/8).

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran mengimbau warga agar tidak menggunakan Sungai Cikantor untuk minum dan mandi.

Menurut Syahruji, pihaknya juga akan memberi ganti rugi bagi para pemilik kolam yang ikannya mati. ”Kami sedang menghitung,” katanya.

Perusahaan tambang yang beroperasi tahun 1985-an itu, kata Syahruji, vakum sejak 2005. Saat ini pihaknya sedang dalam tahap persiapan dan akan mulai beroperasi dalam waktu dekat.

Menurut dia, PT NUP akan berupaya memenuhi persyaratan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan berbagai persyaratan terkait lain sebelum beroperasi secara penuh.

Harun Trijoko, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, mengatakan, dampak keracunan logam berat pada tubuh bisa berlangsung lama. ”Umumnya, dampak logam berat tidak langsung (terlihat). Logam berat yang berakumulasi dalam tubuh bisa mengakibatkan kelumpuhan dan kecacatan, seperti pada kasus PT Newmont (Teluk Buyat),” katanya.

Harun memperkirakan, kadar logam berat yang mencemari Sungai Cikantor cukup tinggi. ”Soalnya, akibatnya langsung terlihat. Penduduk mengalami gejala keracunan, rata-rata berupa pusing dan mual,” ujarnya.

Kinah (30), seorang korban keracunan, meminta PT NUP menjamin kesehatannya. ”Saya minta jaminan pengobatan sampai saya kembali seperti sediakala,” katanya. Akibat mengonsumsi ikan dari Sungai Cikantor, ia masih merasa pusing dan nyeri di kaki dan perutnya. (jon)

Leave a Reply