Apr 25

Harian Kompas, Jumat, 25 April 2008 | 00:30 WIB
WATES, KOMPAS – Suara petani lahan pasir di Kulon Progo, DI Yogyakarta, yang sebelumnya bulat dalam menolak proyek penambangan pasir besi, mulai pecah. Petani Desa Banaran, Galur, kini mendukung PT Jogja Magasa Mining melanjutkan penambangan di sana setelah dijanjikan akan mendapat izin menggunakan lahan pascapenambangan.Menurut Ketua Sekretariat Bersama Petani Penggarap Tanah Paku Alam Abdullah Iman, PT Jogja Magasa Mining (JMM) menjanjikan akan membantu petani Banaran mengurus izin penggunaan lahan pasir (magersari) dari Keraton Pakualaman pascapenambangan. ”Ini tentu jadi kabar baik bagi para petani. Selama berpuluh-puluh tahun, petani tidak punya status yang jelas dalam mengelola lahan pasir tersebut,” papar Abdullah saat ditemui di Dusun Kenteng, Banaran, Kamis (24/4).

Petani, kata Abdullah lagi, juga diuntungkan oleh proyek itu karena PT JMM akan memberi ganti rugi atas komoditas tanaman pertanian yang tengah tumbuh di lahan pasir itu saat penambangan JMM berlangsung. Selain itu, PT JMM berjanji akan memberi ganti rugi kepada petani yang lahan garapannya dipinjam sekitar dua tahun. ”Besarnya mengacu pada perhitungan besar pendapatan petani yang hilang selama dua tahun karena tidak menggarap lahan pasir,” tutur Abdullah.

Pendapat sebaliknya dikemukakan Ketua Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) Kulon Progo Supriyadi. Ia menegaskan, PPLP akan tetap menolak proyek senilai lebih dari 600 juta dollar AS itu. Sebab, proyek tersebut merampas lahan petani.

Kesuburan lahan

Menurut Abdullah, jika menyimak sosialisasi PT JMM, 80 persen materi lahan pasir akan kembali seperti semula. Untuk mengganti 20 persen materi lahan yang hilang, bisa digunakan pupuk kandang sehingga kesuburan lahan tidak hilang.

Terkait pro-kontra soal proyek pasir besi itu, Ketua DPRD Kulon Progo Kasdiyono mengatakan, DPRD belum menentukan sikap terhadap rencana penambangan PT JMM. ”Kami baru mendapat sosialisasi dari PT JMM Rabu lalu sehingga belum bisa menentukan sikap,” katanya. (YOP)

9 Responses to “Pasir Besi, Suara Petani Kulon Progo Akhirnya Terpecah”

  1. TOGOG Says:

    DGN ADANYA PENAMBANGAN PASIR BESI SANGATLAH MENDUKUNG PEREKONOMIAN KULON PROGO.DGN PROGRAM2 YG DI SAMPAIKAN PT JMM BAHWA LAHAN HANYA DI SEWA HAK OLAHNYA DAN KOMPENSASI PENGGANTI HASIL SELAMA PETANI TDK BISA MENGGARAP LAHAN PERTANIANYA DAN LAHAN DI KEMBALIKAN LAGI KEPETANNI DGN SETATUS SEMAKIN JELAS UNTUK MAGERSARI, APA LAGI YG YG BISA DI KATAKAN KOK SEMUA ITU MERUGIKAN DAN PETANI KEHILANGAN LAHAN????????????APA NGAK MALAH PETANI DI UNTUNGKAN

    [reply this comment]

    cokelat reply on January 10, 2010:

    tolong dipikir dulu pak kalo nulis…
    lahan yang mau di tambang itu sudah sangat menghasilkan untuk petani,
    berapa sih yang bisa di berikan penambang untuk petani?????berapa milyar???untuk berapa tahun???
    apakah itu juga akan berlaku sampai anak cucunya??
    lalu apakah anda tahu bahwa setelah ditambang, lahnnya bisa kembali seprti semula?????coba anda cek lahan pertambangan di purworejo…
    bagaimana kondisi setelah di tambang?
    dan tahukah anda bahwa permintaan jmm untk pertambangan adalah lahan seluas 1,8 km dari bi2r pantai…sedangkan rumah2 warga sekitar 900 meter dari bi2r pantai…

    [reply this comment]

  2. TOGOG Says:

    SAYA SBG WARGA JOGJAKARTA PRIHATIN.MBOK COBA MASYARAKAT DI BERIKAN INFORMASI YG BENAR,KARENA SAYA YAKIIN TIDAK SEMUA WARGA PETANI PESISIR TIDAK SEMUANYA TAU TENTANG PENAMBANGAN PASIR BESI DAN PROGRAM PROGRAMNYA

    [reply this comment]

  3. strezz Says:

    yakin tuh sama penambangannya…,yakin 2 tahun lagi bisa dipake lagi kaya’ semula.,udah dipikir semua efek samping dari penambangan itu?????

    [reply this comment]

  4. masyarakat Says:

    umur tambang nya berapa, baru tau kapan lahan bisa mulai d gunakan lagi seperti semula, sebelum lahan dapat di gunakan masyarakat kerja apa?
    kok berpuluh2 tahun penggunaan lahan oleh warga g bisa jelas-jelas eh tiba2 tar kalo habi d tambang bisa jelas…..?????
    pasal 33 UUD..????
    harusnya masyarakat di beri pengertian tentang tambang dan di berikan solusi yang nyata dan gampang d aplikasikan… tidak hanya di iming2 i… mereka yang tidak setuju hanyalah petani, yang ingin hidup dan menghidupi kita yang juga butuh jasa mereka to….???

    [reply this comment]

  5. toro Says:

    kok di pikir mumet, seandainya dalam 2 th lahan yang di sewa JMM utk di tambang tdk bs di tanami lg, ya PT JMM di suruh sewa lg sampai bener2x bs ditanami lg spt semula, jadi petani msh terus dapat penghasilan
    maju terus PT JMM, yang menolak itu cuma belum tahu,mohn sosialisasi di intensifkan, ditunggu lowongan pekerjaannya. OK

    [reply this comment]

  6. Muharam Says:

    Tentunya perlu diberikan sosialisasi kepada warga sekitar tentang usaha penambangan yang akan dilakukan beserta keuntungan bagi warga sekitar. Saya sebagai warga Jogja yang kebetulan bekerja di pertambangan, sangat senang dengan adanya kegiatan penambangan di kulon progo. Yang penting kegiatan penambangan harus dilakukan dengan tanggung jawab secara profesional dengan tetap memperhatikan dan berwawasan lingkungan.

    [reply this comment]

  7. susilo p. Says:

    sebaiknya diserahkembali pada petani, untuk ikut mengelola penambangan dilahan sendiri, sehingga petani mendapatkan hasil riil dari tambang itu, serta bisa mengembalikan lahan untuk pertanian, saya yakin kesejahteraannya akan terangkat. tapi kalau dikelola oleh perusahaan saya yakin petani akan tambah melarat karena tidak ada nilai tambah sama sekali. sebagai contoh dengan pola -pola kemitraan jual beli biasa pasir besi dibeli dengan harga pasar, atau pola kemitraan bagi hasil. syare antara petani dengan perusahaan terhadap hasil yang diperoleh dari hasil penanbang dilahan masing-masing maka bisa jadi akan lebih baik..
    Penambangan tidak harus menggunakan alat berat, tapi cukup konvesional tapi akurasinya untuk mendapatkan pasir besi dengan kadar 60% bisa tercapai. dan ini ternyata bisa kita lakukan dengan alat khusus dan harga tidak lebih 1,5 juta. tapi masyarakat ikut terlibat dalam proses penambangan ini..>

    [reply this comment]

  8. cyberpatkay Says:

    Para pembuat kebijakan,tolong dipikir lebih jauh lagi tentang perbandingan terbalik antara kenaikan populasi dan berkurangnya lahan pertanian yang terkonversi oleh pembangunan yang hanya bermotif kepentingan ekonomi sesaat. Penambangan ini hanya salah satu contoh kecil pemerintah tidak care dengan ketahanan pangan bangsa 10-20 tahun kedepan!!!!!

    [reply this comment]

Leave a Reply