NEWS FLASH
Banner
Banner
Banner
Banner
Prof.Dr. Ir. Binarko Santoso

 

 

Prof.Dr. Ir. Binarko Santoso, putra pasangan almarhum bapak Drs. H. Soeparlan Ronodihardjo dan almarhumah ibu Hj. Rr. Soebinah Dipowaliko, lahir di Yogyakarta pada tanggal 25 April 1954.

Ia menikah dengan Dra. Hj. Susanna Noviarsi dan dikaruniai putra-putri: Dityo dan Iriska.Ia sekolah di TK Kuncung dan SR/SD Ungaran, Yogyakarta, dan selanjutnya melanjutkan ke SMP Negeri II Pontianak dan SMA Bruderan Santo Paulus di Pontianak. Pada tahun 1973, ia kuliah di sekolah tinggi kedinasan Departemen Pertambangan RI, Akademi Geologi dan Pertambangan (AGP), Jurusan Geologi dan tamat pada tahun 1977 di Bandung. S1 diperolehnya di Teknik Geologi Unpad pada tahun 1986 di Bandung. Postgraduate Diploma in Applied Geology (1991) dan Doctor of Philosophy in Applied Geology (1994) diperoleh dari Curtin University of Technology, Perth, Australia.

 

 

Setamat dari AGP tahun 1977, ia bekerja hingga sekarang di Pusat Pengembangan Teknologi Mineral (PPTM) yang kini dikenal dengan nama Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Puslitbang tekMIRA), Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Pengalaman kerja yang digelutinya berupa eksplorasi mineral dan batubara, kajian tekno-ekonomi pertambangan mineral dan batubara, verifikasi potensi mineral dan batubara, rencana penutupan tambang dan pascatambang, dan pengajar kediklatan eksplorasi batubara serta membimbing tata-cara penulisan karya tulis ilmiah di Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.

 

Sebagai Peneliti Utama Golongan IV/e, ia telah banyak menulis makalah yang diterbitkan dalam beragam majalah ilmiah di dalam dan luar negeri, beberapa buku antara lain Ensiklopedia Batubara dan Kamus Pertambangan. Hampir seluruh karya tulisnya terkait dengan masalah geologi batubara. Ia menjadi Pemimpin Redaksi dari beragam majalah ilmiah terakreditasi LIPI seperti Buletin Bahan Galian Industri, Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara dan Indonesian Mining Journal. Selain itu, dia menjadi editor pada Majalah Geologi Indonesia (IAGI) dan Mineral&Energi serta mitra bestari dari sejumlah majalah ilmiah lainnya. Selain itu, ia juga aktif mengajar di Politeknik Geologi dan Pertambangan Bandung dan menjadi pembimbing dan penguji pada beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta. Tanda jasa/penghargaan yang telah diterima adalah Satyalancana Karya Satya X Tahun, Satyalancana Karya Satya XX Tahun dan Satya Lancana Karya Satya XXX Tahun.

MAKALAH ILMIAH

  1. Sappal, K.K. and Santoso, B., 1993. Petrology and geochemistry of Early Permian coal, Western Australia. Proc. International Conference on coal science, Alberta, Canada, p. 152-155.
  2. Santoso, B., 1994. Petrography and depositional environment of selected Early Permian coal, Perth basin, Western Australia. Proc. 12th Australian Geological Convention, Perth, p. 1-10.
  3. Suseno, T., Santoso, B. and Saleh, R., 1995. Impact of final demand in mining and energy sector on the need of manpower in Indonesia (an input-output analysis). Ind. Mining Journal, vol. 1, no. 2, p. 57-61.
  4. Santoso, B., 1996. Petrologi organik batubara Perem Awal Cekungan Perth di Australia Barat. Pros. Pertemuan Ilmiah Tahunan XXV IAGI, Bandung, hal. 325-345.
  5. Sappal, K.K. and Santoso, B., 1996. Petrology of selected Early Permian coal from Collie and Perth Basins, Western Australia. Proc. 13th Newcastle Symposium on Advances in the Study of the Sydney Basin, Newcastle, NSW, Australia, p. 221-228.
  6. Santoso, B., 1997. Maseral dan mineral batubara Perem Awal Cekungan Perth dan Collie, Australia Barat: studi petrologi komparatif. Pros. Pertemuan Ilmiah Tahunan XXVI IAGI, Jakarta, hal. 153-167.
  7. 7. Santoso, B., 1997. Wilayah pertambangan rakyat untuk emas (sekunder) di Tewah-Kalimantan Tengah. Prospekkah?: suatu kajian teknis, sosial-ekonomi dan sosial-budaya. Pros. Temu Profesi Tahunan VI PERHAPI, hal. 205-218.
  8. Santoso, B. and Suwarna, N., 1998. Indonesian coal: its potential, production, demand and utilization. Journal of Geology and Mineral Resources, vol. VIII, no. 78, p. 20-28.
  9. Santoso, B. and Mujib, 1998. Coal for small-scale industry and household in Indonesia. Technical Paper, no. 14, year 7, p. 19-24.
  10. Santoso, B., 1998. Pengamatan batubara secara megaskopis dan mikroskopis. Adakah kaitannya?: studi kasus batubara Perth, Australia Barat. Pros. Pertemuan Ilmiah Tahunan XXVII IAGI, Yogyakarta, hal. 57-68.
  11. Yunianto, B., Permana, D. and Santoso, B., 1999. Regional autonomy observed from the perspective of the mining sector. Ind. Mining Journal, vol. 5, no. 1, p. 70-72.
  12. Santoso, B., Jusmady dan Daulay, B., 1999.  Kawasan Bojongmanik sebagai lapangan pendidikan geologi batubara: Suatu usulan.   Pros. Pemaparan Hasil Litbang Ilmu Pengetahuan Teknik, LIPI, Bandung, hal. 294-301.
  13. Daulay, B., Ningrum, N.S. dan Santoso, B., 1999.  Evaluasi kualitas batubara Barito Utara dan Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Pros. Pemaparan Hasil Litbang Ilmu Pengetahuan Teknik, LIPI, Bandung, hal. 473-480.
  14. Santoso, B. and Yunianto, B., 1999. Transfer of the governmental affair in mining sector: a case study of the implementation of an autonomy for a model of regional government. PII Journal, vol. 5, p. 40-41.
  15. Santoso, B. dan Dani, U., 2000. Usulan lahan usaha tambang dalam tata ruang wilayah Kabupaten Malang-Jawa Timur: analisis spasial. Buletin Bahan Galian Industri, vol. 4, no. 9, hal. 47-53.
  16. Santoso, B. dan Dani, U., 2000. Potensi dan masalah pengembangan bahan galian di Kulon Progo-Yogyakarta. Pros. Kolokium Pengolahan dan Lokakarya Bahan Galian Indonesia untuk Bahan Baku Industri, hal. 17-24.
  17. Santoso, B., 2000. Exploitation of Bojongmanik coal-West Jawa observed from landuse plan. Proc. Southeast Asian Coal Geology, p. 291-297.
  18. Santoso, B., 2000. Potensi dan kriteria pemilihan bahan galian untuk usaha tambang di Mojokerto-Jawa Timur. Pros. Kolokium Pertambangan, hal. 281-290.
  19. Santoso, B., 2000. Exploitation of karst region: intersectoral interest conflict in national development. Ind. Mining Journal, vol. 6, no. 3, p. 86-90.
  20. Santoso, B., 2001. Pengusahaan bahan galian berbasis tata ruang wilayah di Kabupaten Blitar-Jawa Timur. Pros. Kolokium Pertambangan, hal. 73-80.
  21. Santoso, B., 2001. Bahan galian industri dan peluang pengembangannya di Tuban-Jawa Timur. Buletin Bahan Galian Industri, vol. 5, no. 13, hal. 36-43.
  22. Santoso, B., 2002. Optimalisasi pengembangan usaha pertambangan di Kabupaten Kuningan. Buletin tekMIRA, no. 25, tahun 10, hal. 31-39.
  23. Santoso, B., 2002. Bahan galian unggulan di Kabupaten Ciamis: promosi perusahaan. Pros. Seminar Nasional Kimia IV, hal. 23-31.
  24. Santoso, B. dan Ningrum, N.S., 2003. Karakteristik batubara Bojongmanik berdasarkan analisis megaskopis, petrografis dan proksimatnya. Pros. Kolokium Energi dan Sumber Daya Mineral, hal. 333-344.
  25. Soelistijo, U.W. and Santoso, B., 2003. A brief overview of the scarcity of the Indonesia gold mining. Buletin tekMIRA, no. 28, tahun 11, hal. 37-48.
  26. Prakosa, A., Santoso, B. dan Riyanta, H., 2003. Peruntukan lahan usaha tambang dalam tata ruang wilayah Kabupaten Bungo, Jambi. Buletin Bahan Galian Industri, vol. 7, no. 19, hal. 1-8.
  27. Yunianto, B. Santoso, B. dan Untung, S.R., 2004. Prosedur analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) dalam kajian penutupan tambang dan pascatambang. Buletin Bahan Galian Industri, vol. 8, no. 21, hal. 35-51.
  28. Santoso, B. dan Ningrum, N.S., 2004. Studi kandungan air lembab batubara Tersier Air Laya-Sumatera Selatan. Buletin tekMIRA, no. 32, tahun 12, hal. 4-11.
  29. Yunianto, B. Dani, U. dan Santoso, B., 2005. Penyusunan model pemetaan sosial pada daerah tambang PT. Kaltim Prima Coal di Kabupaten Kutai Timur-Propinsi Kalimantan Timur. Mineral & Energi, vol. 3, no.1, hal. 75-91.
  30. Santoso, B. and Daulay, B., 2005. Vitrinite reflectance of Ombilin coal according to is petrographic analysis. Ind. Mining Journal, vol. 8, no. 01, p. 9-20.
  31. Santoso, B. and Daulay, B., 2005. Type and rank of selected Tertiary Kalimantan coals. Ind. Mining Journal, vol. 8, no. 02, p. 1-12.
  32. Santoso, B. and Daulay, B., 2005. Factors affecting Teriary coal quality (with particular case: Banten coalfields). Jur. Tek. Mineral dan Batubara, no. 33, tahun 13, hal. 1-9.
  33. Santoso, B. and Daulay, B., 2005. Significance of type and rank of selected Kutai coal with respect to their utilization charcteristics. Ind. Mining Journal, vol. 8, no. 03, p. 1-12.
  34. Santoso, B. and Daulay, B., 2005. Petrographic characteristics of Banten coal with reference to coking coals. Mineral & Energi, vol. 3, no. 2, p. 47-53.
  35. Santoso, B. and Daulay, B., 2006. Geologic aspects on quality of Tertiary Barito coal. Ind. Mining Journal, vol. 9, no. 05, p. 14-22.
  36. Santoso, B. and Daulay, B., 2006. Coalification trend in South Sumatera basin. Ind. Mining Journal, vol.9, no. 06, p. 9-21.
  37. Santoso, B. and Daulay, B., 2006. Geologic influence on type and rank of selected Tertiary Barito coal, South Kalimantan, Indonesia. 23rd Annual Meeting of the Society for Organic Petrology, Beijing, p.214-216.
  38. Santoso, B. and Daulay, B., 2007. Maceral and mineral analyses of Lebak coals regarding their utilization. Ind. Mining Journal, vol. 10, no. 08, p. 1-9.
  39. Umar, D.F., Santoso, B. and Usui, H., 2007. The effect of upgrading processes on combustion characteristics of Berau coal. Energy&Fuels, vol. 21, no. 6, p. 3385-3387.
  40. Daulay, B., Santoso, B. and Sodikin, I., 2007.  Indonesian low rank coal resources to which UBC   technology is commercially applicable. Ind. Mining Journal, vol. 10, no. 08, p. 18-23.
  41. Santoso, B. and Daulay, B., 2007. Comparative petrography of Ombilin and Bayah coals related to their origin. Ind. Mining Journal, vol. 10, no. 09, p. 1-12.
  42. Daulay, B. and Santoso, B., 2008. Characteristics of selected Sumateran Tertiary coals regarding their petrographic analyses. Ind. Mining Journal, vol. 11, no. 10, p. 1-18.
  43. Santoso, B. and Ningrum, N.S., 2008. Petrographic analysis of coal deposits from Cigudeg and Bojongmanik areas with regard to their utilisation. Ind. Mining Journal, vol. 11, no. 11, p. 42-48.
  44. Santoso, B. and Daulay, B., 2008. Importance of organic petrology to type and rank of Miocene Asem-Asem coal, South Kalimantan. Ind. Mining Journal, vol. 11, no. 12, p. 1-10.
  45. Santoso, B. and Daulay, B., 2009. Geologic and petrographic aspects for coal exploration in Sangatta, East Kalimantan. Ind. Mining Journal, vol. 12, no. 13, p. 10-22.
  46. Santoso, B., 2009. Geologic factors controlling mineral content in selected Tertiary coals-Southern Kalimantan. Ind. Mining Journal, vol. 12, no. 2, p. 67-74.
  47. Ningrum, N.S. and Santoso, B., 2009. Petrographic study on genesis of selected inertinite-rich coals from Jambi Subbasin. Ind. Mining Journal, vol. 12, no. 3, p. 111-117.
  48. Santoso, B., 2010. Petrographic properties of Palaeogene Southern Banten coal seams with regard to geologic aspects. Ind. Mining Journal, vol. 13, no. 2, p. 75-82.
  49. Daulay, B., Umar, D.F., Santoso, B. and Suganal, 2010. Evaluation of Kalimantan coal quality in order to select the appropriate and effective utilization technologies. Ind. Mining Journal, vol. 13, no. 2, p. 83-93.
  50. Santoso, B. and Ningrum, N.S., 2010. Characteristics of selected Mangkalihat coals according to petrographic and proximate analyses. Ind. Mining Journal, vol. 13, no. 3, p. 128-134.
  51. Daulay, B., Umar, D.F. Santoso, B. and Suganal, 2010. Strategy to maximize use of coal and associated gaseous fuels in South Sumatera Basin. Ind. Mining Journal, vol. 13, no. 3, p. 119-127.
  52. Santoso, B., 2011. Geologic aspects controlling maceral and mineral matter content of Satui coals-South Kalimantan. Ind. Mining Journal, vol. 14, no. 2, p. 63-73.
  53. Santoso, B., 2011. Organic petrology of selected coal samples of Eocene Kuaro Formation from Pasir area-East Kalimantan. Ind. Mining Journal, vol. 14, no. 3, p. 146-153.
  54. Santoso, B. dan Utoyo, H., 2012. Karakteristik petrografis batubara Sebatik-Kalimantan Timur berdasarkan aspek geologisnya. Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, vol. 8, no. 2, hal. 69-77.
  55. Umar, D.F., Santoso, B. and Daulay, B., 2012. Susceptibility to spontaneous combustion of some Indonesian coals. Ind. Mining Journal, vol. 15, no. 2, p. 100-109.
  56. Santoso, B. dan Utoyo, H., 2012. Faktor pengontrol komposisi maseral dan mineral batubara Marah Haloq-Kalimantan Timur. Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, vol. 8, no. 3, hal. 141-151.

 

BUKU/BAGIAN DARI BUKU

  1. Kamus Pertambangan (bersama-sama dengan para penulis lainnya)
  2. Ensiklopedia Batubara (bersama-sama dengan para penulis lainnya)
  3. Batu Merah-Jasper (bersama-sama dengan para penulis lainnya)
  4. Bijih Besi dan Pasir Besi (bersama-sama dengan para penulis lainnya)

PENYAJI DALAM PERTEMUAN ILMIAH

  1. 1990. Geologi mineral dan batubara di Perth, Australia
  2. 1991. Petrologi dan geokimia mineral dan batubara di Melbourne, Australia
  3. 1992. Petrologi dan geokimia mineral dan batubara di Banff, Kanada
  4. 1993. Petrologi dan geokimia mineral dan batubara di Perth, Australia
  5. 1996. Petrologi dan geokimia mineral dan batubara di Newcastle, Australia
  6. 1997-2005. Petrologi dan geokimia mineral dan batubara di Bandung, Jakarta, Surabaya; Anggota Delegasi RI dalam Perundingan Kerjasama Bidang Pertambangan dan Energi dengan ASEAN di Yogyakarta-DIY
  7. 2006. Pemanfaatan batubara Cekungan Barito di Beijing, RRC; Kualitas batubara Bayah dan Ombilin di Bandung
  8. 2007. Karakteristik batubara Tersier Sumatera-analisis petrografis di Bandung dan Denpasar
  9. 2008. Moderator seminar mineral dan batubara di Bandung
  10. 2009. Juri untuk pemakalah terbaik pada seminar geologi dan pertambangan di Badan Geologi-DESDM, Bandung; Anggota Delegasi RI dalam Perundingan Kerjasama Ekonomi Bidang Pertambangan dan Energi dengan Republik Bulgaria di Senggigi-NTB
  11. 2010. Potensi pertambangan di Aceh Besar, Kota Jantho; Anggota Delegasi RI dalam Perundingan Kerjasama Ekonomi Bidang Pertambangan dan Energi dengan Republik Bulgaria di Sofia-Bulgaria
  12. 2011. Penyiapan wilayah pertambangan di Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung; Persiapan penutupan tambang batugamping dan batulempung di PT. Indocement di Cibinong, Jawa Barat; Ketua Kolokium Pertambangan di Puslitbang tekMIRA di Bandung, Jawa Barat; Moderator pada Seminar Internasional Jurnal Ilmiah ASEAN+Jepang di Bandung, Jawa Barat
  13. 2012. Piramida di Gunung Sadahurip-Garut, Jawa Barat; ‘Tren riset teknologi mineral dan batubara’ di Kementerian Perindustrian di Bandung, Jawa Barat
  14. 2014. Promosi investasi pertambangan mineral dan batubara. Anggota Delegasi RI dalam rencana kerja sama di bidang geologi dan pertambangan di Chongqing, RRT

PEMIMPIN JURNAL ILMIAH/EDITOR/MITRA BESTARI

  1. Indonesian Mining Journal (2005-sekarang, Pemimpin Redaksi)
  2. Jurnal tekMIRA (2003-2005, Pemimpin Redaksi)
  3. Buletin Bahan Galian Industri (2000-2005, Pemimpin Redaksi)
  4. Jurnal Geologi Indonesia (2004-sekarang, mitra bestari)
  5. Majalah Geologi Indonesia (2010-sekarang, editor)
  6. Jurnal Minerba (2010-sekarang, mitra bestari)
  7. Mineral & Energi (2013-sekarang, editor)

 

KEANGGOTAAN PROFESI

  1. Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
  2. Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI)
  3. Komite Nasional Indonesia-World Energy Council (KNI-WEC)
  4. Ikatan Alumni Australia (IKAMA)
  5. Forum Komunikasi Editor Jurnal Kebumian (Forkom EJB)
  6. International Committee for Coal and Organic Petrology (ICCP)

PIAGAM PENGHARGAAN

  1. Satyalancana Karya Satya X Tahun. Keppres RI nomor 019/TK/1997
  2. Satyalancana Karya Satya XX Tahun. Keppres RI nomor 078/TK/2002
  3. Satya Lancana Karya Satya XXX Tahun. Keppres RI No.74/TK/Tahun 2011

 

PEMBIMBING MAHASISWA

  1. D-3 Politeknik Geologi dan Pertambangan
  2. S-1 Geologi Universitas Padjadjaran
  3. S-1 Geologi Universitas Pembangunan Nasional

 

KEGIATAN LAIN

  1. 2000-2007. Tim Penilai Peneliti Unit
  2. 2008-2013. Tim Penilai Peneliti Instansi (TP2I)
  3. 2014-sekarang. Tim Penilai Peneliti Pusat (TP3)

Share

 
Banner