NEWS FLASH
Banner
Banner
Banner
Banner
The 14th ASOMM (ASEAN SENIOR OFFICIALS MEETING on MINERALS) WORKING GROUP MEETINGS & the BOJ (BOARD of JUDGES) MEETING
BERITA INTERNAL

MyanmarPada tanggal 25-27 Juli 2017 telah diselenggarakan the 14th ASOMM (Asean Senior Officials Meeting on Minerals) Working Group Meetings & the BOJ (Board of Judges) on Minerals Meeting di Hotel Royal Ace, Nay Pyi Taw, Myanmar. Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota negara ASEAN. Delegasi Republik Indonesia diketuai oleh Ir. Nita Wartini dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, dengan anggota, a.l. Prof. Dr. Ir. Binarko Santoso dari Puslitbang tekMIRA, yang juga merangkap sebagai Ketua BOJ dalam membahas penilaian dan rencana penganugerahan  the 1st Asean Mineral Awards.

Hasil yang dicapai dalam the 14th ASOMM Working Group Meetings meliputi hal-hal sebagai berikut:

-  Rencana kerja sama mineral antara Asean dengan 3 negara mitra (Jepang, Korea Selatan dan India).

-  Konsep studi kerja sama pengembangan mineral.

-  Rencana pendanaan kerja sama pengembangan mineral dengan 3 negara mitra.

-  Ikhtisar koordinasi dan sistem pelaporan kerja sama mineral Asean.

 

 

Selain hasil pertemuan di atas, the  BOJ on Minerals Meeting telah menyelesaikan pembuatan Guidelines for Asean Mineral Awards yang berisi hal-hal sebagai berikut:

-  Sasaran, kualifikasi dan kategori kompetisi.

-  Jumlah pemenang per kategori yang meliputi pertambangan, pemrosesan dan distribusi mineral.

-  Panduan dalam pembuatan dokumentasi.

-  Tata cara dan persyaratan penyerahan dokumen.

-  Hadiah yang disediakan oleh Sekretariat Asean.

-  Pengumuman pemenang dan upacara penganugerahan hadiah yang akan diselenggarakan di Myanmar pada November 2017.

Ketua BOJ dalam kesempatan ini telah melaporkan ke Sekretariat Asean kemajuan penilaian berkas-berkas peserta the 1st Asean Mineral Awards. Seluruh berkas penilaian ini harus selesai pada bulan Agustus 2017. Selanjutnya, pada bulan November 2017 akan ditentukan pemenangnya di acara pertemuan tingkat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral anggota Asean di Nay Pyi Taw, Myanmar.

Hal-hal yang perlu digarisbawahi pada hasil-hasil kegiatan di atas bagi Puslitbang tekMIRA adalah ketertarikan anggota-anggota negara Asean, terutama Malaysia dan Thailand, dalam rencana melakukan kerja sama kelitbangan logam tanah jarang. Hal ini  disebabkan karena ketiga negara ini mempunyai potensi sumber daya komoditas tersebut yang menjanjikan untuk dikembangkan pada masa-masa mendatang. Terkait dengan penganugerahan hadiah untuk mineral, Indonesia diakui sudah menerapkan pelaksanaan kaidah-kaidah penambangan dengan cara yang baik dan benar. Oleh karena itu, dalam membuat Guidelines for Asean Mineral Awards, substansi utama dalam buku panduan tersebut banyak mengadopsi dari kegiatan pertambangan yang selama ini telah dilakukan di Indonesia (BS).

Share

 
Banner
Banner