NEWS FLASH
Banner
Banner
Banner
Banner
Indonesian Center of Excellence on Coal for ASEAN
BERITA INTERNAL

Empat perwakilan Tim ASEAN Centre for Energy (ACE) mengunjungi lokasi Pusat Teknologi Pemanfaatan Batubara di Palimanan, Jawa Barat. perwakilan Tim ACE, Kusnanto diterima langsung oleh kepala Bidang Program Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Puslitbang Tekmira), Retno Wijayanti. Dalam kunjungan tersebut akan dikaji kesiapan Pusat Teknologi Pemanfaatan Batubara di Palimanan sebagai lokasi Coal Centre ASEAN, kunjungan ini juga  sebagai masukan kepada tim ACE dalam penyiapan proposal pencarian pendanaan pembangunan Coal Centre of Excellence (CCOE).

 

 

"Pertemuan kita hari ini adalah untuk membahas kemungkinan pusat ini menjadi Coal Centre ASEAN. Usulan ini, telah dipresentasikan dalam pertemuan ASEAN Forum On Coal (AFOC) tahunan di Jakarta pada tahun 2017. TOR (Term of Reference) juga telah dikirim ke ACE melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba)," jelas Retno.

Usulan Coal Centre of Excellence (CCOE) telah dimulai sejak tahun 2011  pada pertemuan AFOC di Myanmar, Prof. Datin mempresentasikan tentang Coal Center of Palimanan. Ketua delegasi Indonesia, Lobo Balia, berharap Pusat Batubara ini diusulkan untuk menjadi COE, tidak hanya untuk Indonesia, tapi juga untuk ASEAN.  Tahun 2016 , pihak ACE mengingatkan Indonesia untuk menetapkan COE dan ditetapkan sebagai salah satu KPI di Indonesia 2016-2021, kemudian tahun 2017  diusulkan  kembali untuk membentuk COE di AFOC Meeting, ACE diharapkan dapat membantu mempromosikan COE ke negara anggota ASEAN lainnya.

Septia Buntara, salah satu perwakilan ACE mengatakan ada 4 poin sebagai Key Performance Indicator (KPI) Indonesia  di AFOC, yaitu dimulainya FS untuk kerjasama CCT dengan Korea; ACDIS (Sistem Informasi Basis Data Basis Data Batubara); Studi dan Usulan Proyek Demonstrasi untuk CCT dan pada tahun 2018 diharapkan akan dimulai; identifikasi dan pendirian Center of Excellence. Dua poin terakhir menjadi tujuan dalam pertemuan tersebut.

Pemilihan Pusat Teknologi Pemanfaatan Batubara di Palimanan sebagai Coal Centre ASEAN dinilai tepat karena beberapa keunggulan, di antaranya lokasi yang strategis dan kemudahan memperoleh kebutuhan batubara. Faktor inilah yang semakin mendorong ACE untuk segera merealisasikan pembentukan Coal Centre ASEAN.

"Pusat Teknologi Pemanfaatan Batubara ini didirikan tahun 2000 dan dipilih karena lokasinya yang strategis berada diantara Bandung dan Jakarta serta memiliki terminal pelabuhan sehingga akses dan kebutuhan batubara dapat mudah diperoleh," kata Retno Wijayanti.

Sementara, perwakilan Tim ACE, Kusnanto, juga memberi tanggapan positif atas rencana kerja sama pembentukan Coal Centre ini. Kerja sama ini diharapkan dapat segera terealisasi, mengingat banyaknya manfaat yang dihasilkan, baik bagi Indonesia maupun bagi negara-negara ASEAN. Salah satunya adalah sebagai tempat bertukar hasil riset antar negara-negara di ASEAN mengenai teknologi di bidang batubara.

"Semoga pembangunan Coal Centre segera terlaksana karena berbagai keuntungan yang akan diperoleh baik  bagi Indonesia maupun negara-negara ASEAN. Terutama sebagai tempat bertukar hasil riset tentang batubara bagi negara-negara di ASEAN," terang Kusnanto.

Share

 
Banner
Banner