Komisi VII DPR RI Kunjungan Kerja ke Puslitbang Tekmira

Komisi VII DPR RI Kunjungan Kerja ke Puslitbang Tekmira

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (tekMIRA) mendapatkan suatu kehormatan menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Bandung (10/4) 2021. Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI, Alex Noerdin, menyampaikan apresiasinya kepada tekMIRA terkait kegiatan penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan pada sektor mineral dan batubara.

Pada kesempatan ini, Plt Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana memaparkan bahwa kajian keekonomian hilirisasi batubara dan pembangunan smelter di Indonesia dapat memberikan nilai tambah batubara sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Hal ini sekaligus bertujuan untuk menanggapi pernyataan perusahaan tambang yang akan mengalami kerugian bila membangun smelter. 

“Gasifikasi batubara merupakan salah satu kajian dan kegiatan hilirisasi batubara yang saat ini sedang dikembangkan oleh tekMIRA  bekerja sama dengan PPPTMGB “LEMIGAS”, terutama terkait aspek keekonomiannya, “ jelas Dadan.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Dadan, gasifikasi batubara menjadi dimethyl eter (DME) masih dinilai lebih ekonomis dan menguntungkan jika dibandingkan dengan produksi gas LPG, apalagi harga LPG terus naik sejak kuartal akhir tahun 2020 lalu. Dadan memanfaatkan momen kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ini dengan menyampaikan beberapa layanan solusi yang disediakan oleh Puslitbang tekMIRA untuk industri pengolahan dan pemurnian mineral logam dan non logam (smelter). Layanan tersebut mulai dari tahap persiapan serta penyusunan Studi Kelayakan Perancangan Front End, Basic and Detailed Engineering Design (FEED) serta Engineering, hingga penerapan teknologi pengolahan sisa hasil produksi.

Terkait maraknya isu bahaya abu batubara atau Fly Ash dan Buttom Ash (FABA) hasil kegiatan Pembangkitan Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan juga hasil pembakaran boiler terutama di perusahaan-perusahaan tekstil, Dadan menjelaskan pula bahwa Puslitbang tekMIRA telah melakukan penelitian FABA sejak 2006-2018, bahkan beberapa perusahaan tekstil telah berkonsultasi dengan beberapa peneliti tekMIRA dalam mencari solusi penanganan FABA yang masih dikategorikan sebagai limbah B3.

Dadan menambahkan pula, tekMIRA memiliki fasilitas Sentra Teknologi Pengolahan Batubara di Palimanan, Jawa Barat yang dapat mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan hilirisasi batubara berskala pilot. Saat ini, tekMIRA tengah mencari peluang kerja sama dengan pihak lain untuk  mengoptimalkan pemanfaatan sentra tersebut dan terus meningkatkan kapasitas serta kompetensi sumber daya manusia di bidang hilirisasi batubara sehingga peran tekMIRA sebagai salah satu Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan Badan Litbang ESDM dalam mendapatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lebih optimal.


Print   Email

Related Articles

First Steps in the Trump Era

Pengujian Alat Simulasi UCG