Kunjungan DPRD Provinsi Banten

Kunjungan DPRD Provinsi Banten

 

Puslitbang Tekmira Dan DPRD Provinsi Banten Saling Bertukar Informasi Peluang Kerja Sama Dalam Program Penyediaan Energi Yang Ramah Lingkungan   

Ketersediaan briket batubara di Provinsi Banten memiliki nilai kalori sangat rendah, sehingga harus diolah terlebih dahulu supaya dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah, meningkatkan kualitas, dan nilai kalori batubara agar dapat dijadikan sumber energi di daerah Banten.

Kunjungan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Banten yang membidangi Pembangunan, hari ini Jumat, 8 Oktober 2021, ingin sekali mendapatkan informasi dan mendapatkan peluang kerja sama dalam program penyediaan energi yang ramah lingkungan sebagaiman yang telah dicanangkan oleh pemerintah saat ini melalui kementerian Eenergi dan Sumber Daya Mineral, c.q. Pusat penelitian dan pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (tekMIRA) salah satunya adalah teknologi gasifikasi batubara dual fuel yang sepertinya dapat diterapkan di Provinsi Banten.

Arah kebijakan saat ini yaitu ke arah energi terbarukan, sesuai dengan bauran energi, batubara dapat dicampur dengan bahan lain yang dapat menghasilkan energi bersih, sehingga menjadi salah satu produk hilirisasi batubara.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Nia Rosnia, Koordinator Afiliasi dan Informasi yang hadir menyambut kedatangan para tamu mewakili Kepala Puslitbang tekMIRA yang tidak bisa hadir karena ada agenda lain dan Slamet Handoko, Koordinator Pelaksana Litbang Batubara, selaku juru penerang.

Dede Rohana, salah seorang anggota DPRD Provinsi Banten yang hadir dalam kunjungan tersebut menanyakan beberapa hal kepada Slamet Handoko mengenai  ilustrasi atau gambaran sentra pengolahan dan pemanfaatan ini apakah berasal dari pemerintah pusat atau dari daerah? Gambaran sentra ataupun roadmap terkait pengolahan dan pemanfaatan batubara berasalah dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Tb. Luay Sofhani pun urun bertanya terobosan tekMIRA terkait teknologi untuk menangani FABA saat ini dijawab dengan jelas oleh Nia, bahwa tekMIRA telah memiliki teknologi pemanfaatan FABA, sehingga FABA dapat diolah menjadi pupuk sebagaimana yang dilakukan oleh Kelompok Litbang Mineral.

Kunjungan yang diketuai oleh Eri Suheri ini dihadiri sebanyak 10 orang anggota DPRD Komisi IV, dan sempat mengunjungi beberapa sentra, di antaranya Gasifikasi Dual Fuel dan CWM (Coal Water Mixture).


Print   Email

Related Articles