Workshop Verifikasi Kuantitas dan Kualitas Penjualan Minerba

Workshop Verifikasi Kuantitas dan Kualitas Penjualan Minerba

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) bekerjasama dengan Puslitbang tekMIRA menyelenggarakan Workshop Verifikasi Kuantitas dan Kualitas Penjualan Mineral dan Batubara selama 3 hari dimulai pada hari Kamis s.d Sabtu, tanggal 4-6 Nopember 2021 dengan metode pembelajaran teoritis di kelas dan praktek di Laboratorium. Pada pembelajaran praktek laboratorium dilakukan pengujian terhadap sampel konsentrat tembaga dan anoda slime yang diperoleh dari PT. Smelting, Gresik Smelter & Refinery.

Workshop ini diikuti oleh 47 pegawai Auditorat Utama Keuangan Negara IV BPK yang terdiri atas Tim Auditor 40 peserta dan Tim Sekretariat 7 peserta. Tenaga pengajar dari Puslitbang tekMIRA sebanyak 16 orang yang terdiri atas Pejabat Fungsional Peneliti, Perekayasa, dan Teknisi Litkayasa Puslitbang tekMIRA.

Pada Acara penutupan workshop tanggal 6 Nopember 2021 dihadiri oleh Anggota IV BPK Ibu Dr. Isma Yatun, CSFA., CFrA., sedangkan dari Kementerian ESDM hadir Plh. Kepala Badan Litbang ESDM Bapak Dr. Eko Budi Lelono, Sekretaris Badan Litbang ESDM, Kepala Pusat PPTMGB “LEMIGAS”, Kepala Pusat PPT KEBTKE dan Kepala Pusat PPTMB tekMIRA selaku tuan rumah.

Pada workshop tersebut Puslitbang tekMIRA memperkenalkan Real Time Analyzer (RTA) yaitu alat yang bekerja dengan teknik menembakkan neutron (non kontak dan non destruktif) pada material, neutron tersebut berinteraksi dengan unsur-unsur dalam suatu materi dan memancarkan sinar gamma yang memiliki karakteristik unik untuk setiap unsurnya. Sinar gamma ini yang akan dibaca oleh detektor. RTA ini dapat digunakan sebagai pengganti analisis kualitas dan kuantitas mineral dan batubara yang saat ini dilakukan oleh surveyor komersial melalui pengujian laboratorium.

Puslitbang tekMIRA telah melakukan uji Statistika (Uji Komperatif/Uji T/Student t Test, dan Uji Reliabilitas) terhadap hasil uji laboratorium dan real time analyzer yaitu data pengapalan tahun 2018 salah satu PKP2B, dengan hasil yang tidak berbeda nyata antara hasil pengujian laboratorium dan real time analyzer (nilai reproducibility dalam batas toleransi).

Pengukuran dengan alat RTA sangat efisien, cepat, dan dapat mewakili seluruh populasi yang diukur dengan waktu yang relatif singkat. Alat RTA mampu mengirimkan data kualitas dan kuantitas batubara secara online, sehingga mendukung kebijakan optimalisasi PNBP, One Data serta peningkatan Public Governance. Selain itu hasil pengukuran alat RTA dapat diintegrasikan dengan sistem Informasil aplikasi yang ada di Direktorat Jenderal Minerba antara lain MOMS dan e-PNBP

Berdasarkan hasil pengujian laboratorium terhadap anoda slime yaitu sisa hasil pengolahan tembaga PT. Smelting masih terdapat mineral berharga yang terkandung di dalamnya yaitu mineral Au, Pt, dan Pd. Mempertimbangkan bahwa mineral dan batubara adalah sumber daya alam strategis, perlu adanya kehadiran negara dalam proses transaksi, untuk itu BPK RI mendorong tekMIRA dapat berperan sebagai witness surveyor atau surveyor saksi dari Pemerintah;

 

Pelaksanaan Workshop Verifikasi Kuantitas dan Kualitas Penjualan Mineral dan Batubara di ruang kelas

 


Pelaksanaan praktikum preparasi sampel yang diikuti oleh peserta Workshop Verifikasi Kuantitas dan Kualitas Penjualan Mineral dan Batubara pada hari terakhir

 


Pelaksanaan praktikum di laboratorium mineral yang diikuti oleh peserta Workshop Verifikasi Kuantitas dan Kualitas Penjualan Mineral dan Batubara pada hari terakhir

 



Penyerahan sertifikat workshop kepada Autidor Utama Bapak Syamsudin oleh Plh. Kepala Badan Litbang ESDM

Penyerahan momento dari Balitbang ESDM kepada Anggota IV BPK oleh Plh. Kepala Badan Litbang ESDM

Foto bersama Anggota IV BPK RI, Ibu Dr. Isma Yatun, CSFA., CFrA, didampingi oleh Autidor Utama, Kepala Auditoriat IV.B, dan Kepala Subauditoriat IV.B.1. dan Plh. Kepala Badan Litbang ESDM didampingi oleh Sekretaris Badan Litbang ESDM dan Para Kapus Litbang di lingkungan Badan Litbang ESDM

 


Print   Email

Related Articles