PREKURSOR UNTUK PEMBUATAN GRAFIT SINTETIK DARI TER BATUBARA.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Program mobil listrik berbasis baterai harus jalan seiring dengan program  dalam Perpres 55 tahun 2019. Kita ketahui juga bahwa salah satu komponen biaya terbesar pada mobil listrik adalah biaya baterai.

Walaupun biaya per kg baterai termahal adalah katoda berbasis Nikel, banyak yg tidak menyadari bahwa komponen terbesar secara keseluruhan adalah anoda, yg terbuat dr campuran grafit sintetik.

Indonesia memiliki sedikit tambang grafit alam dan bukan produsen grafit sintetik. Tapi di sisi lain Indonesia punya peluang untuk membuat grafit sintetik dari ter batubara. Apalagi batubara Indonesia rata-rata peringkat rendah, punya kandungan ter cukup tinggi. Menariknya ter batubara ini tidak hanya bisa dijadikan grafit sintetik, tp juga bs dijadikan material maju turunan lainnya seperti Graphene dan Carbon Nano Tube.

Tidak semua material grafit dapat digunakan sebagai bahan baku baterai. Secara fisik tidak ada perbedaan grafit pada pensil dengan Grafit pada baterai. Namun grafit pensil biasanya memiliki kadar pengotor yang cukup tinggi dan ditambahkan mineral perekat yang membantu daya lekat pada kertas. Untuk aplikasi anoda baterai, kehadiran pengotor tidak diinginkan. Grafit alam diperdagangkan sebagai flake graphite memiliki pengotor yang rendah tapi ukuran kristal grafit alam yg relatif besar tidak cocok digunakan sebagai bahan baku anoda baterai. Grafit jenis ini biasanya dipakai hanya memenuhi spesifikasi sebagai bahan dasar smelter. Tren di masa mendatang, pengembangan anoda baterai lebih berfokus pada material hibrida berbasis grafit sintetik konvensional untuk meningkatkan kapasitas penyimpan baterai seperti Silicon coated graphite. Ini mengindikasikan bahwa peran grafit sintetik pada baterai masih belum tergantikan. Tidak semua jenis karbon dapat dijadikan sebagai prekursor dalam pembuatan grafit sintetik. Hingga saat ini proses pembuatan grafit sintetik masih menggunakan bahan dasar gegala (pitch) dan diprediksi belum dapat tergantikan dengan karbon yang berasal dari biomassa. Material alternatif lainnya adalah limbah pengolahan minyak bumi.

 

Puslitbang Tekmira telah menginisiasi penelitian pembuatan prekursor untuk pembuatan grafit sintetik dari ter batubara. Tingginya tren permintaan grafit menempatkan status grafit sebagai material kritis di masa mendatang. Mengingat peran grafit sintetik belum tergantikan, maka peran Tekmira sangat sentral dalam mewujudkan keberlanjutan pasokan grafit sintetik untuk aplikasi mobil listrik